Wall Street Mayoritas Menguat, Dow Jones Melaju di Tengah Tekanan Saham AI
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mayoritas ditutup naik pada perdagangan Rabu (21/10). Indeks Dow Jones Industrial Average naik ditopang sejumlah laporan kinerja keuangan yang positif dan penurunan harga minyak. Kedua faktor tersebut mengimbangi tekanan yang belakangan membayangi saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI).
Indeks Dow Jones naik 529,85 poin atau 1,02% ke level 52.495,88. Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 0,28% dan ditutup di level 7.712,57. Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite turun tipis 0,02% ke level 26.424,82.
“Sepanjang sebagian besar tahun ini, pasar bersedia mengabaikan kenaikan suku bunga karena prospek pertumbuhan, terutama yang berkaitan dengan AI, cukup kuat untuk membenarkannya. Namun, pekan lalu, hubungan tersebut mulai diuji,” kata Kepala Pasar Modal di Direxion Jake Behan dikutip dari CNCB Internasional, Rabu (21/10).
Dia mengatakan perusahaan-perusahaan teknologi berskala besar atau hyperscalers akan merilis laporan kinerja keuangan dalam beberapa pekan mendatang. Laporan tersebut akan menjadi ujian besar berikutnya bagi tren investasi AI.
“Panduan perusahaan mengenai tingkat pengembalian investasi (ROI), belanja pusat data, dan belanja modal (capex) pada 2027 kemungkinan akan lebih penting dibandingkan angka laba utama yang dilaporkan,” ujarnya.
Saham produsen produk industri dan keselamatan 3M turut mendorong penguatan Dow Jones dengan melonjak lebih dari 5%. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan membukukan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi dan menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh.
Saham perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Northrop Grumman juga menguat lebih dari 4% setelah mencatatkan laba yang lebih tinggi dari perkiraan.
Sementara itu, harga minyak terkoreksi setelah sempat menguat sebelumnya sehingga turut memperbaiki sentimen investor. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun 1,8% dan ditutup di US$ 101,79 per barel. Adapun kontrak berjangka minyak mentah Brent melemah 0,7% ke level US$ 108,79 per barel.
Pergerakan harga minyak tersebut yang turut diikuti penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury terjadi ketika pelaku pasar terus mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah.
Pasar saham belakangan tertekan oleh kekhawatiran mengenai keberlanjutan tren investasi AI. Kekhawatiran tersebut muncul di tengah persoalan utang dan ketidakpastian permintaan terhadap teknologi AI.
Sentimen terhadap saham teknologi bahkan sempat memburuk pada awal perdagangan setelah perusahaan AI asal Korea Selatan, Elice, anjlok lebih dari 30% dalam debut perdananya di pasar saham. Namun, sejumlah saham terkait AI mulai bangkit sepanjang sesi perdagangan. Saham Western Digital menguat lebih dari 3%, sedangkan Seagate Technology naik lebih dari 2%. Saham CoreWeave dan Marvell Technology masing-masing menguat lebih dari 1%.