Danantara Ungkap Tiga Sektor Prioritas Tahun Depan, Ada Mineral Kritis hingga AI

Katadata/karunia putri
CIO Danantara Pandu Sjahrir di agenda Media Coffee Session di Wisma Danantara, Kamis (22/10)
Penulis: Karunia Putri
22/10/2026, 12.29 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia akan memprioritaskan investasi pada tiga sektor strategis pada 2027, yakni mineral kritis (critical minerals), hilirisasi (downstreaming) serta infrastruktur digital, termasuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI).

Managing Director Global Relations & Communications Danantara Pahala Mansury mengatakan, Danantara tengah mengkurasi sejumlah proyek dalam pipeline investasi untuk menentukan sektor strategis untuk tahun depan. Proses kurasi tersebut melibatkan Danantara Investment Management, badan usaha milik negara (BUMN) dan pihak swasta.

“Yang paling besar, khususnya dari BUMN, adalah sektor critical minerals dan downstreaming. Jadi, ada cukup banyak proyek di kedua sektor tersebut,” kata Pahala dalam agenda Media Coffee Session di Wisma Danantara, Kamis (22/10).

Selain itu, Danantara melihat potensi investasi yang cukup besar di sektor pusat data dan AI. Dia mengatakan proyek data center tersbeut dapat difinalisasi dalam New Asia Forum yang akan diselenggarakan pada 3–4 Desember 2026.

Forum yang akan digelar di Bali itu menargetkan komitmen investasi hingga US$ 30 miliar.

Kendati demikian, Pahala mengatakan Danantara tetap membuka peluang investasi di sektor lain. Sejumlah sektor yang turut dijajaki antara lain ketahanan pangan (food security), energi rendah karbon (low carbon energy), energi tanpa karbon (carbonless energy) serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Di sektor pendidikan, Pahala mengatakan Danantara telah berdiskusi dengan sejumlah universitas dari berbagai negara. Menurut Pahala, forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membahas peluang pengembangan institusi pendidikan berkelas dunia di Indonesia.

Upaya tersebut tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan pendanaan, tetapi juga pengembangan pengetahuan, talenta dan aspek pendukung lainnya.

Sebelumnya, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, Danantara sudah mulai membeli saham Indonesia di BEI per kemarin dan akan membeli lagi hari ini. Kendati demikian, dia tidak merincikan tanggal pasti kapan mulai membeli saham-saham tersebut.

“Per kemarin, hari ini, kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami atraktif, dan kita akan terus selama harga value itu menarik memiliki prospect yang baik, jadi we want to earn more of some of these shares,” kata Pandu dalam agenda Media Coffee Morning di Wisma Danantara, Kamis (22/10). 

Pandu mengatakan, ketika membeli saham, Danantara akan melihat peluang dari sisi risk-reward yang saat ini dinilai cukup menarik. Dia menyinggung saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki fundamental dan prospek pertumbuhan yang baik.

Saat harga saham jatuh sejak Jumat (16/10), Pandu melihat valuasi sejumlah saham di BEI menarik untuk investasi. Dia pun menyebut akan menambah investasinya di pasar modal Indonesia sering dengan peluang yang muncul. Keputusan investasi tersebut akan didasarkan pada fundamental perusahaan dan potensi imbal hasil yang dapat diperoleh.

Kendati demikian, Pandu tidak menyebutkan jumlah nilai investasi yang dialokasikan Danantara ke BEI. Dia pun juga tidak menyebutkan saham-saham sektor mana saja yang telah dibeli oleh Danantara. Dia hanya menyinggung saham-saham BUMN menjadi salah satu fokus karena dinilai memiliki prospek fundamental yang menarik.

Jika melihat gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir, Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melonjak 1,53% ke level 5.409 pada perdagangan intraday pukul 10.36 WIB hari ini, Kamis (22/10). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri