Terungkap, Danantara Investment Bukukan Laba Rp 702 Miliar Bagaimana Kinerjanya?
Entitas bisnis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia yaitu PT Danantara Investment Management (DIM) membukukan laba bersih US$ 40,61 juta atau Rp 702,72 miliar per April 2026.
Laporan tersebut diperoleh dari prospektus penerbitan Global Medium Term Note DIM di Bursa Efek Singapura (SGX) yang terbit pada pertengahan Juni. Mengutip data tersebut, DIM mencatatkan pendapatan senilai Rp 1,09 juta hingga 30 April 2026, sementara pada periode yang sama tahun lalu tercatat belum menghasilkan pendapatan.
Selain itu, kendaraan investasi Danantara Indonesia ini mencatatkan keuntungan dari amortisasi pendapatan tangguhan sebesar Rp 644,23 miliar dan keuntungan selisih kurs sebesar Rp 306,02 miliar.
Namun, perusahaan juga menanggung beban operasional sebesar Rp 330,55 miliar dan beban keuangan sebesar Rp 1,01 triliun. Kendati demikian, keuntungan dari amortisasi pendapatan tangguhan dan selisih kurs mampu menopang kinerja sehingga perusahaan tetap membukukan laba bersih.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 801,24 miliar dan laba bersih Rp 116,33 miliar. Pada periode tersebut, perusahaan menanggung beban operasional Rp 525,62 miliar dan beban keuangan Rp 460,73 miliar. Perusahaan juga memperoleh keuntungan dari amortisasi pendapatan tangguhan sebesar Rp 301,39 miliar.
Sementara itu hingga kini, Danantara Indonesia, termasuk DIM terpantau belum menyampaikan laporan keuangan tahun buku 2025 dan laporan kuartalan hingga September 2026.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria mengatakan saat ini laporan keuangan Danantara sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dia menyatakan laporan keuangan akan dirilis pada Oktober 2026.
“InsyaAllah mudah-mudahan bulan ini selesai ya,” kata Dony pada Jumat (2/10).
Kata Dony, hal yang membuat laporan keuangan Danantara lama terbit adalah proses restrukturisasi dan menunggu emiten-emiten BUMN lainnya menyampaikan laporan keuangan karena Danantara perlu mengonsolidasi semuanya,