PTBA Siapkan Reaktivasi Tambang Raksasa Ombilin, Incar Batu Bara Kalori 7.000

Katadata/ Nur Hana Nabila Putri
Katadata mengunjungi site Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada Selasa, 3 November 2026.
4/11/2026, 07.04 WIB

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memberikan kisi-kisi akan reaktivasi Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat, yang sudah berhenti beroperasi pada 2015 lalu. 

Tambang milik emiten pelat merah itu, saat ini sudah menjadi situs tambang batu bara tertua di Asia Tenggara dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.

General Manager Ombilin Mining Site, Yulfaizon mengatakan, eksplorasi terbaru menemukan tambahan cadangan batu bara sebesar 1,82 juta ton. Tambang Ombilin menghasilkan batu bara dengan nilai kalori rata-rata di atas 6.500 kcal/kg, bahkan mencapai 7.000 kcal/kg. Menurutnya, kualitas batu bara berkalori tinggi seperti ini semakin sulit ditemukan.

Selain itu ia menyebut Ombilin menargetkan produksi batu bara sebesar 300.000–500.000 ton per tahun. Dengan target tersebut, tambahan cadangan 1,82 juta ton dapat menopang kegiatan produksi selama empat hingga lima tahun. 

Di luar cadangan itu, Yulfaizon menyebut di tambang Ombilin juga mengidentifikasi potensi deposit batu bara sekitar 100 juta ton. Namun, pengembangan deposit tersebut masih menjadi tantangan sebab lokasinya berada di bawah kawasan perkotaan.

“Kegiatan penambangan mungkin akan mulai di awal tahun 2027 tapi persiapannya sudah mulai dari sekarang,” kata Yulfaizon di Sawahlunto, Sumatera Barat, Senin (2/11). 

Yulfaizon mengatakan, Ombilin merencanakan eksplorasi di sekitar 40 titik. Hingga saat ini, perusahaan telah merealisasikan hampir 60% dari target tersebut dan menargetkan seluruh kegiatan eksplorasi rampung pada tahun ini. Tak hanya itu, Ombilin juga tengah mencari kontraktor.

Selain itu untuk reaktivasi Tambang Ombilin, PTBA akan membuka penambangan terbuka open pit. Perusahaan memperkirakan kegiatan di Blok Langkok ini bisa dimulai pada kuartal keempat 2026.

Sebelum menggali, ia mengatakan PTBA sudah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan. Perusahaan sudah mengantongi rekomendasi Kementerian Kebudayaan untuk memberi notifikasi ke UNESCO, karena kegiatan ini berada di zona penyangga (buffer zone) kawasan cagar budaya. 

PTBA juga menyusun dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) hingga persetujuan akhir studi kelayakan (FS), memindahkan saluran udara tegangan tinggi (SUTT), hingga memproses pengadaan jasa penambangan dan persiapan teknis lainnya.

Di sisi lain, PTBA menyiapkan penambangan bawah tanah (underground) pada 2026-2029. Ia mengatakan PTBA mengurus izin pinjam pakai kawasan hutan (PPKH) untuk eksplorasi, menambah data bor, dan menggandeng pihak ketiga untuk riset studi. 

PTBA memperkirakan penambangan lanjutan, baik underground maupun open pit, bisa dimulai pada awal 2030 sesuai hasil studi. Perusahaan juga akan mengajukan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Ombilin mulai 2027. SK IUP yang berlaku saat ini habis pada 16 Februari 2029.

“Kemudian 2029 IUP kami mau habis ya kami harus lakukan proses perpanjangan dimulai 2027 nanti kami siapkan dokumen, tapi mungkin prosesnya sekarang karena memang banyak penelusurannya,” ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila