Bea keluar terhadap komoditas batu bara yang rencananya diterapkan mulai tahun depan. Lantas, apa dampaknya ke emiten batu bara, seperti PTBA dan ADRO?
Rencana pemerintah mengalihkan subsidi penggunaan gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) ke dimethyl ether (DME) dinilai membuka prospek baru bagi emiten tambang batu bara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan fasilitas produksi dimethyl ether atau DME PT Bukit Asam Tbk dapat dibangun tahun depan, untuk redam defisit LPG.
Emiten anggota holding pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaporkan sejumlah aksi terbaru yang dilakukan perseroan menjelang perilisan laporan keuangan kuartal ketiga 2025.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat penjualan batu bara, volume tercatat sebesar 33,70 juta ton, meningkat delapan persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari realisasi periode yang sama tahun lalu.
Emiten tambang di bawah MIND ID, termasuk PT ANTM dan PT INCO, melaporkan kenaikan dan penurunan kinerja keuangan yang signifikan selama semester pertama 2025.
Emiten tambang batubara milik negara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah menyiapkan sejumlah ekspansi untuk melebarkan sayap bisnis. Strategi ini mencakup akuisisi tambang baru dan bisnis logistik.
Emiten pelat merah Badan Usaha Milik Negara yang tergabung dalam holding tambang MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memberi sinyal pembagian dividen untuk tahun buku 2025.
Investor mengantongi imbal hasil atau yield dividen mencapai 11,3% jika mengacu harga saham saat penutupan tanggal cum date di pasar reguler pada 20 Juni 2024 sebesar Rp 2.950.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS) memasuki periode cum date dividen dengan yield yang ditawarkan hingga 11% jika mengacu harga saham kemarin (19/6).