Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih rawan turun pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (16/3) di tengah gejolak perang Amerika Serikat (AS)–Iran.
Prospek dividen emiten batu bara masih menjadi daya tarik di tengah volatilitas harga komoditas global. Bagaimana potensi dividen saham Batu Bara AADI, UNTR, ITMG hingga PTBA
Daya pikat perusahaan pelat merah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kian kuat setelah hadirnya dua katalis utama yang diproyeksikan menopang kinerja perseroan tahun ini.
Dua emiten pelat merah yaitu PT Bukit Asam Tbk dan PT Aneka Tambang Tbk resmi mengubah nama perseroan dengan menambahkan status Perusahaan Perseroan (Persero) di depan nama perusahaan.
Pemerintah akan melakukan groundbreaking enam proyek hilirasi, antara lain proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang kemungkinan akan digarap PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
PTBA tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas DME, seiring rencana pemerintah mengalihkan subsidi gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) ke DME mulai tahun depan.
Bea keluar terhadap komoditas batu bara yang rencananya diterapkan mulai tahun depan. Lantas, apa dampaknya ke emiten batu bara, seperti PTBA dan ADRO?
Rencana pemerintah mengalihkan subsidi penggunaan gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) ke dimethyl ether (DME) dinilai membuka prospek baru bagi emiten tambang batu bara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan fasilitas produksi dimethyl ether atau DME PT Bukit Asam Tbk dapat dibangun tahun depan, untuk redam defisit LPG.
Emiten anggota holding pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaporkan sejumlah aksi terbaru yang dilakukan perseroan menjelang perilisan laporan keuangan kuartal ketiga 2025.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat penjualan batu bara, volume tercatat sebesar 33,70 juta ton, meningkat delapan persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari realisasi periode yang sama tahun lalu.
Emiten tambang di bawah MIND ID, termasuk PT ANTM dan PT INCO, melaporkan kenaikan dan penurunan kinerja keuangan yang signifikan selama semester pertama 2025.
Emiten tambang batubara milik negara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah menyiapkan sejumlah ekspansi untuk melebarkan sayap bisnis. Strategi ini mencakup akuisisi tambang baru dan bisnis logistik.