BEI Minta Penjelasan RANS Soal Carnival Yogyakarta, Begini Jawaban Manajemen

ANTARA FOTO/ Muhammad Heriyanto/sth
(kiri ke kanan) Presiden Direktur PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir, Pendiri Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Founder RANS Raffi Ahmad, Direktur Utama RANS Nagita Slavina, dan Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin menyaksikan layar pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/07/2026). PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) res
4/11/2026, 11.15 WIB

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) memberi penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) ihwal pemberitaan yang dimuat sejumlah media. Dalam berita itu disebut adanya dugaan pengerahan warga dengan imbalan uang sebesar Rp 50.000 untuk menghadiri RANS Carnival Yogyakarta.

Dalam surat kepada bursa, manajemen RANS menyatakan tidak pernah menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai kegiatan tersebut. Klarifikasi itu disampaikan RANS melalui keterbukaan informasi menyusul pemberitaan dan beredarnya pesan WhatsApp mengenai dugaan pengerahan warga dalam acara yang digelar di Sleman, Yogyakarta.

"Perseroan menegaskan bahwa Perseroan tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai pengerahan warga dengan imbalan sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan dan pesan WhatsApp yang beredar," dikutip Rabu (4/11).

Pihak RANS juga menyatakan tidak pernah memberikan instruksi kepada pihak kepolisian, perangkat kelurahan, perangkat desa, maupun pihak lainnya untuk melakukan pengerahan warga tersebut.

Adapun RANS Carnival Yogyakarta berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai hiburan gratis bagi masyarakat dengan melibatkan musisi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas kreatif lokal.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, RANS juga mengakui adanya sejumlah pengisi acara yang batal berpartisipasi menjelang pelaksanaan kegiatan. Keputusan tersebut diambil masing-masing pihak berdasarkan pertimbangan terhadap perkembangan situasi saat itu.

Perseroan menyebut dinamika tersebut berkaitan dengan perhatian publik terhadap kehadiran Raffi Ahmad dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026. Berdasarkan klarifikasi Polda Metro Jaya selaku penyelenggara, Raffi Ahmad hadir sebagai tamu undangan.

Perkembangan tersebut turut memengaruhi persiapan RANS Carnival, termasuk perubahan keikutsertaan sejumlah pengisi acara dan penyesuaian partisipasi pelaku usaha. RANS menyatakan menghormati keputusan para musisi yang batal tampil. Sebagai langkah antisipasi, penyelenggara mengubah susunan pengisi acara dan rangkaian kegiatan dengan tetap melibatkan musisi lokal, pelaku UMKM, serta komunitas kreatif di Yogyakarta.

Dengan penyesuaian tersebut, RANS Carnival tetap berlangsung selama dua hari sesuai jadwal, meskipun dengan konsep yang lebih sederhana.

Evaluasi Dampak Keuangan

Terkait dampak perubahan penyelenggaraan acara, RANS menyatakan masih mengevaluasi pendapatan dan beban kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui penyusunan laporan realisasi keuangan, termasuk menghitung beban yang telah maupun akan ditanggung.

Meski demikian, berdasarkan penilaian Perseroan hingga tanggal penyampaian keterbukaan informasi, kondisi tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, arus kas, maupun kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya.

Adapun harga saham RANS hari ini memerah, menurun 6,36% atau 6 poin ke Rp 89. Selama sepekan terakhir RANS bahkan anjlok 23,93% atau 28 poin. Raffi Ahmad sendiri masih menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 62,93% dengan kepemilikan publik sebesar 19,82%.

Selain itu manajemen RANS mengatakan hingga saat ini, Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa.

"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal," tulis manajemen RANS. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah