Kekayaan Taipan RI Melejit, Hartono hingga Hary Tanoe Makin Tajir

Forbes
Majalah bisnis Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di Indonesia untuk Desember 2024.
13/12/2024, 11.32 WIB

Majalah bisnis Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di Indonesia untuk Desember 2024. Dalam daftar tersebut, sejumlah pengusaha yang bergerak di sektor pertambangan dan perbankan berhasil masuk sebagai yang terkaya di tanah air.

Dalam daftar tersebut, Hartono bersaudara, R. Budi dan Michael Hartono, tetap mempertahankan posisi puncak selama lebih dari satu dekade. Kekayaan mereka melonjak sebesar US$ 2,3 miliar, menjadi total US$ 50,3 miliar atau setara Rp 804,8 triliun dengan kurs Rp 16.000 per dolar.

Peningkatan signifikan ini terutama didorong oleh kinerja saham Bank Central Asia (BCA), yang mencatatkan pertumbuhan pinjaman yang signifikan sepanjang sembilan bulan di tahun ini.

Kemudian ada pula nama Prajogo Pangestu, taipan petrokimia dan energi, yang berada di posisi kedua meskipun kekayaannya menurun 25% menjadi US$ 32,5 miliar atau setara Rp 520 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh penyesuaian nilai perusahaan energi panas buminya, Barito Renewables Energy, yang terpengaruh volatilitas pasar saham.

Ada juga Low Tuck Kwong, pengusaha batu bara ada di posisi ketiga dengan kekayaan bersih mencapai US$ 27 miliar atau setara Rp 432 triliun. Meskipun pendapatan Bayan Resources, perusahaan batu bara terbesar keempat di Indonesia itu turun 10% menjadi US$2,5 miliar atau setara Rp40 triliun.

Tahun ini, daftar orang terkaya Indonesia juga mencatatkan wajah baru, yaitu Lim Chai Hock, yang menjabat sebagai kepala operasional Bayan Resources. Selain itu, ia juga merupakan anggota dewan di beberapa anak perusahaan Bayan Resources.

Kemudian, ada juga nama keluarga Widjaja mencatat kenaikan kekayaan terbesar baik dari sisi nominal maupun persentase. Kekayaan mereka melesat 75% menjadi US$ 18,9 miliar Rp 302,4 triliun, didorong oleh kenaikan saham Dian Swastatika Sentosa, perusahaan andalan Grup Sinar Mas yang berekspansi ke energi panas bumi dan pusat data.

Kemudian ada juga nama Hary Tanoesoedibjo, taipan media dan properti, kembali ke daftar setelah absen tahun lalu. Saham MNC Digital Entertainment dan MNC Land melonjak signifikan, berkat ekspansi bisnis properti termasuk peluncuran Trump International Golf Club Lido di Jawa Barat.

Ada pula Han Arming Hanafia, salah satu pendiri DCI Indonesia, juga kembali ke daftar. Operator pusat data terbesar di Indonesia ini menikmati kenaikan saham hingga 30% seiring pesatnya perkembangan teknologi global.

Selain beberapa nama taipan yang semakin tajir, tidak semua orang dari daftar orang terkaya tahun lalu berhasil mempertahankan posisinya. Salah satunya adalah Benny Suherman, pemilik jaringan bioskop terbesar di Indonesia, Cinema XXI. Kekayaannya tercatat menurun, dipengaruhi oleh pendapatan yang lebih rendah dari yang diharapkan pada kuartal ketiga tahun ini.

Majalah Bisnis Forbes juga mencatat, kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan stabilitas yang baik meskipun ada tantangan terkait daya beli kelas menengah. Di bawah kepemimpinan Presiden baru, Prabowo Subianto, yang mulai menjabat pada Oktober lalu, target pertumbuhan ekonomi Indonesia ditingkatkan menjadi 8%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang hanya 5,1%.

Kondisi ini turut mendorong kenaikan kekayaan gabungan 50 orang terkaya di Indonesia, yang kini mencapai US$ 263 miliar atau setara dengan Rp 4.208 triliun, naik dari US$ 252 miliar atau sekitar Rp 4.032 triliun dari tahun lalu.

Selain itu, ada tonggak baru dengan kekayaan bersih minimum untuk masuk daftar orang terkaya Indonesia yang kini menembus angka US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun, melampaui angka US$ 940 juta atau sekitar Rp 15,04 triliun pada 2023.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.