Harga Emas Naik Hampir 20% dalam Sebulan, Terus Cetak Rekor Dekati US$ 5.200
Harga emas dunia terus naik, mencetak rekor baru di atas US$5.100 per ons di tengah risiko geopolitik yang memanas. Kenaikan harga emas telah mencapai hampir 20% pada awal tahun ini yang belum genap satu bulan.
Harga emas batangan di pasar spot melesat 3,6% pada Selasa (27/1) ke level tertinggi sepanjang masa mencapai US$5.187,37 per ons. Kenaikan harga logam mulia terjadi setelah dolar AS jatuh usia Presiden Donald Trump menyatakan tak khawatir dengan pelemahan dolar AS.
Kenaikan emas merupakan kenaikan intraday terbesar sejak April, dan memperpanjang kenaikan dari enam sesi terakhir. Harga perak juga bertahan di dekat puncak setelah melonjak lebih dari 9% sebelumnya.
Gelombang permintaan investasi telah mendorong logam mulia naik tajam bulan ini, dengan emas naik hampir 20% dan perak naik lebih dari 50% sejak awal Januari.
Pelemahan terjadi pada mata uang dan obligasi pemerintah dalam beberapa pekan terakhir. Aksi jual besar-besaran di pasar obligasi Jepang adalah contoh terbaru dari kekhawatiran atas pengeluaran fiskal yang besar,sedangkan spekulasi bahwa AS mungkin akan campur tangan untuk mendukung yen telah menekan dolar, membuat logam mulia lebih murah bagi sebagian besar pembeli.
Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dolar berkinerja sangat baik dan memperkirakan nilai mata uang akan berfluktuasi. "Tidak, saya pikir itu bagus," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah dia khawatir tentang penurunan nilai dolar yang telah menyeret mata uang cadangan utama dunia ke level terlemahnya dalam hampir empat tahun.
Tindakan pemerintahan Trump yang mengancaman untuk mencaplok Greenland dan intervensi militer di Venezuela, serta serangan baru terhadap independensi Federal Reserve juga telah mengguncang pasar dan mendorong reli pada harga emas.
Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan menaikkan tarif barang-barang Korea Selatan, dengan alasan apa yang dia sebut sebagai kegagalan badan legislatif negara itu untuk mengesahkan kesepakatan perdagangan. Peringatan itu menyusul ancaman pada akhir pekan untuk mengenakan tarif 100% pada Kanada jika Ottawa mencapai kesepakatan perdagangan dengan Cina.
Menurut pengelola dana terbesar di Eropa, Amundi SA, aksi proteksionisme yang digulirkan Trump membuat banyak investor untuk mengurangi kepemilikan aset dolar dan beralih ke emas.
“Dalam jangka panjang, emas merupakan perlindungan yang sangat baik terhadap penurunan nilai dan cara yang baik untuk mempertahankan daya beli,” kata Vincent Mortier, kepala investasi Amundi.
Daya tarik emas batangan juga terlihat dalam data posisi, dengan para pedagang opsi bersiap untuk kenaikan lebih lanjut di pasar di mana hanya sedikit yang bersedia bertaruh melawan reli tersebut. Volatilitas tersirat pada kontrak berjangka Comex naik ke level tertinggi sejak puncak pandemi Covid-19 pada Maret 2020, sedangkan volatilitas pada SPDR Gold Shares milik State Street — dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) terbesar di dunia yang didukung emas batangan — juga meningkat tajam.
Harga perak juga diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang masa di atas US$117,71 yang dicapai pada sesi sebelumnya, ketika mencatatkan lonjakan intraday terbesar sejak krisis keuangan global pada tahun 2008. Reli ini didukung oleh permintaan fisik yang kuat dan minat spekulatif di pasar yang relatif kurang likuid, dengan tanda-tanda bahwa pembeli di Cina memimpin pergerakan tersebut.
Fluktuasi harga perak yang ekstrem telah mendorong volume perdagangan yang tinggi di iShares Silver Trust, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) terbesar yang didukung perak. Penjualannya mencapai US$40 miliar pada Senin (25/1), angka tersebut hampir setara dengan State Street SPDR S&P 500 ETF dan melebihi perdagangan saham Nvidia sebesar US$23 miliar atau omzet Tesla sebesar US$22 miliar.
Beberapa bulan lalu, perdagangan harian ETF perak hanya sekitar US$2 miliar, sebelum meningkat menjadi sekitar US$10 miliar pada akhir Desember.
Kompleks logam CME Group mencapai rekor harian baru sekitar 3,34 juta kontrak pada hari Senin, naik 18% dari rekor harian sebelumnya lebih dari 2,8 juta kontrak pada 17 Oktober, demikian pernyataan mereka.
Emas naik 3,3% menjadi US$5.175,08 per ons pada pukul 16.33 di New York atau 04.22 WIB (Rabu, 28/1). Perak naik 8,2% menjadi US$112,34. Platinum naik sementara paladium turun. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 1,1%.