Pergerakan Bitcoin melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Coinmarketcap, aset kripto ini diperdagangkan di level US$ 75.974 atau setara Rp 1,27 miliar.

Level Bitcoin ini turun hingga 3,8% dalam 24 jam terakhir pada Rabu (4/2) dan anjlok 14,17% dalam sepekan. Penurunan ini juga diikuti oleh aset kripto lainnya seperti Ethereum, Tether, dan BNB.

Ethereum (ETH) pada pagi ini berada di level US$ 2.274 atau setara Rp 38,15 juta. Level Ethereum ini juga merosot 3,05% dalam 24 jam terakhir dan 24,38% dalam sepekan.

Sementara itu Tether (USDT) diperdagangkan di level US$ 0,998 atau setara Rp 16.743. Levet Tether juga merosot hingga 0,07% dalam 24 jam terakhir dan 0,01% dalam sepekan.

Begitu juga BNB yang juga melemah di level US$ 760,72 atau setara Rp 1,289 juta. Level ini juga turun 1,31% dalam 24 jam terakhir dan 15% dalam sepekan.

Mengutip Tech Stock, Bitcoin terus merosot semenjak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada awal 2025. Kembalinya Trump sebagai Presiden AS memperpanjang penurunan Bitcoin yang sempat menyentuh US$ 74.424 atau setara Rp 1,25 miliar, level terendah pada 205 dan turun hampir 15% sepanjang tahun.

Penurunan ini dinilai masih berpengaruh karena kripto masih diperdagangkan sebagai aset yang berisiko, bukan aset aman. Para investor saat ini masih khawatir tentang keberlanjutan suku bunga Bank Sentral AS, likuiditas, dan kebijakan pemerintahan Negeri paman Sam ke depan.

Analis bahkan saat ini mulai memetakan scenario penurunan Bitcoin yang bisa lebih parah lagi. Kepala Riset Galaxy, Alex Thorn memproyeksi Bitcoin bisa saja merosot hingga level US$ 58 ribu atau hanya setara Rp 973,07 juta.

Namun level terendah ini masih bisa menjadi peluang. “Level ini menjadi titip masuk yang kuat bagi investor jangka panjang,” kata Thorn.

 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti