PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengakuisisi aset dan liabilitas bisnis ritel hingga wealth management PT Bank HSBC Indonesia. Aksi korporasi ini ditargetkan rampung pada kuartal kedua 2027 dengan total nilai aset kelolaan yang dialihkan mencapai Rp 89,8 triliun dan
Aset kelolaan bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB Indonesia) HSBC Indonesia ini terdiri dari investasi nasabah pada obligasi, reksa dana, dan asuransi sebesar Rp 58,2 triliun, hingga simpanan nasabah Rp 31,6 triliun. HSBC juga akan mengalihkan portofolio kredit ritel kecil nasabah senilai Rp 3,6 triliun sebagai bagian dari kesepakatan.
“Nilai transaksi akan difinalisasi dan diumumkan setelah penyelesaian,” demikian penjelasan manajemen OCBC NISP, dikutip Selasa (5/5).
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menyatakan, akuisisi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi perseroan di segmen wealth management di Indonesia. Menurutnya, bisnis ini memiliki kapabilitas kuat, basis nasabah yang solid, serta menyediakan solusi pengelolaan kekayaan yang komprehensif.
Ia menambahkan, perseroan optimistis dapat melayani nasabah IWPB HSBC Indonesia dengan solusi wealth dari OCBC Indonesia yang didukung proposisi whole-of-wealth dari OCBC Group.
“OCBC Group menggabungkan kapabilitas dan pengetahuan mendalam dari Bank of Singapore dan Great Eastern untuk menghadirkan rangkaian produk dan layanan perbankan, investasi, dan asuransi yang komprehensif,” tambah Parwati.
IWPB Indonesia merupakan salah satu platform wealth management milik asing terbesar di Tanah Air dan dikenal konsisten melayani segmen nasabah kelas atas. Saat ini, unit tersebut melayani lebih dari 336.000 nasabah melalui 262 jaringan cabang.
Bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) Indonesia milik PT Bank HSBC Indonesia dibangun sebagai platform layanan keuangan premium yang menyasar segmen ritel dan nasabah kaya, dengan menawarkan produk perbankan lengkap serta layanan wealth management yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Portofolionya mencakup simpanan nasabah, produk investasi seperti obligasi, reksa dana, dan asuransi, hingga kartu kredit dan pinjaman ritel. Akuisisi ini akan memperkuat lini wealth management Bank OCBC NISP sekaligus mendukung strategi Next Frontier dari OCBC Group dalam mendorong transformasi bisnis.
Basis nasabah IWPB dinilai sangat komplementer dengan OCBC Indonesia sehingga membuka peluang ekspansi signifikan di bisnis pengelola kekayaan. Setelah transaksi rampung, aset kelolaan (AUM) OCBC Indonesia diperkirakan meningkat sekitar 25%, serta mendorong pertumbuhan saldo kartu kredit lebih dari 150%.
“Transaksi ini akan memperkuat talenta wealth management OCBC Indonesia dengan penambahan sekitar 1.300 karyawan,” ucap manajemen.
Akuisisi ini juga memperkuat kapabilitas wealth management Bank OCBC NISP dalam menghadirkan proposisi whole-of-wealth dari OCBC Group sebagai grup jasa keuangan terintegrasi. Layanan tersebut mencakup private banking melalui Bank of Singapore serta asuransi melalui Great Eastern.
Demi memastikan transisi berjalan mulus, OCBC Indonesia akan bekerja sama dengan PT Bank HSBC Indonesia dalam proses migrasi nasabah dan karyawan pascaakuisisi. Dengan pengalaman lebih dari 85 tahun di Indonesia, perseroan berkomitmen menjaga kepercayaan nasabah, termasuk memastikan keamanan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
“Informasi lebih lanjut mengenai hal ini akan diumumkan mendekati waktu penyelesaian transaksi,” demikian penjelasan manajemen.