Rupiah Diproyeksi Dibayangi Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Berpeluang Menguat

ANTARA FOTO/Akbar Tado/tom.
Seorang warga menukarkan uang rupiah layak edar pada layanan kas keliling Bank Indonesia di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026). Bank Indonesia menyediakan layanan tersebut untuk memudahkan masyarakat, khususnya pedagang, menukarkan uang pecahan kecil, menarik uang lusuh atau rusak, serta mengedukasi masyarakat agar merawat fisik Rupiah.
23/9/2026, 09.32 WIB

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (23/9). Merujuk Bloomberg, rupiah diperdagangkan di level Rp 17.860 per dolar AS menguat 0,12% atau 24 poin.

Pantauan Katadata hingga pukul 09.10 rupiah menguat tipis berada di level Rp 17.836 per dolar AS naik 0,27% atau 48 poin. Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp17.884 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 37 poin atau setara 0,21% dari posisi Rp17.847 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak konsolidatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh pelaku pasar yang mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) sore nanti.

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan rupiah juga memiliki peluang untuk menguat seiring dengan intervensi BI yang telah diantisipasi pasar dalam beberapa hari terakhir.

“Rupiah diperkirakan masih berkonsolidasi terhadap dolar AS menjelang RDG BI sore ini. Namun, rupiah juga berpeluang menguat oleh intervensi yang telah diantisipasi beberapa hari terakhir,” kata Lukman.

Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah