Rupiah tak kunjung bangkit meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencetak rekor tertinggi baru atau all time high, berbeda dari prediksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Kurs rupiah melemah meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menanjak hingga sempat mencetak rekor tertinggi atau all time high baru pada perdagangan intraday di level 9.169.
Tekanan terhadap kurs rupiah datang dari berbagai arah, mulai dari memanasnya tensi geopolitik, perlambatan pemulihan ekonomi domestik, hingga meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi BI.
Kurs rupiah tertekan di tengah meningkatnya dampak potensi tatif baru Amerika Serikat terhadap sejumlah negara Eropa yang menentang keinginan Presiden Donald Trump untuk menguasai Greenland.
Kurs rupiah menguat tipis siang ini ke level 16.863 per dolar AS di tengah IHSG yang mencetak rekor di level 9.030. Namun, masih ada potensi pelemahan rupiah.
Purbaya mendapat mandat dalam APBN 2026 untuk mengelola rekomposisi mata uang. Sejumlah ekonom menganggap kebijakan ini tidak otomatis membuat peran Kementerian Keuangan dan BI berbenturan.
Dalam UU APBN Tahun 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memiliki kewenangan baru untuk merekomposisi atau jual beli rupiah dan valuta asing yang berada di dana SAL.