Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan tekanan terhadap rupiah masih cukup besar karena meningkatnya permintaan aset dolar AS di tengah ketidakpastian global.
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pergerakan yang optimistis terhadap dolar AS. Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah kian menguat dan berada di level Rp 18.056 per dolar AS.
Pelemahan Rupiah tidak selalu negatif, yang terpenting adalah kepercayaan terhadap daya beli dan stabilitasnya dalam jangka panjang menurut teori impossible trinity.
Nilai Tukar Rupiah melemah ke Rp 18.109 per dolar AS. Analis menilai, hal in dipicu oleh sentimen negatif dari ketegangan geopolitik Timur Tengah dan faktor domestik, seperti kasus korupsi.
BPS menyatakan pelemahan Rupiah dan biaya logistik mendorong kenaikan harga bawang putih impor, yang menjadi penyumbang inflasi pada Juli di 269 daerah.
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan dengan pergerakan yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini Senin (13/7). Merujuk data Bloomberg, rupiah dibuka melemah