Rupiah berada di level 17.904 per dolar AS pada pembukaan hari ini, melemah 22 poin atau sekitar 0,12% dari penutupan pada Jumat (2/10) yang berada di level 17.882 per dolar AS.
Pasar mata uang Indonesia semakin sulit diprediksi setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang kuat. Situasi tersebut memberi dorongan bagi dolar AS dan dapat menekan rupiah.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai, penguatan rupiah dipengaruhi hubungan yang membaik antara AS dengan Cina.
Fenomena masyarakat berburu dan mengoleksi uang Rupiah dengan karakteristik tertentu kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Bank Indonesia atau BI menyebut kegiatan tersebut diperbolehkan.
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (23/9).
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (21/9). Merujuk Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.790 per dolar AS menguat 0,19%