KB Bank: Tidak Ada Perubahan Struktur Kepemilikan dan Pengendali KB Bank
PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) merespons pernyataan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang menyebut KB Bank akan diambil alih kembali oleh induk koperasi. Komala Sari, Corporate Communication and Government Affairs KB Bank, menyatakan hingga saat ini tidak terdapat perubahan atas struktur kepemilikan bank tersebut.
"KB Bank menegaskan hingga saat ini tidak terdapat perubahan atas struktur kepemilikan dan pengendalian Bank. KB Kookmin Bank tetap merupakan pemegang saham pengendali KB Bank," kata Komala Sari dalam surat hak jawab kepada Katadata.co.id, Selasa (6/10).
Komala mengatakan KB Bank senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata Kelola yang baik, integritas, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Saat ini pemegang saham BBKP terdiri atas KB Kookmin Bank sebesar 67%, STIC Eugene Star Holding Inc 17%, dan publik sebesar 16%.
Wacana dari Menteri Koperasi
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan KB Bank, bank yang sebelumnya didirikan sebagai Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) dan kini dikendalikan oleh Kookmin Bank dari Korea Selatan, akan diambil alih kembali oleh induk-induk koperasi. Namun, belum jelas berapa persen saham KB Bank yang bakal dibeli oleh induk-induk koperasi tersebut.
"Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) akan kita ambil alih lagi," ujar Ferry dalam diskusi publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam seperti dikutip Antara, di Jakarta, Senin (5/10).
Namun, Ferry tidak menyebutkan berapa persen saham yang akan dibeli, induk koperasi mana yang akan membeli saham tersebut, maupun sumber dana untuk akuisisi. Ia juga tidak menyebutkan target waktu pengambilalihan KB Bank tersebut.
Ferry mengatakan Bukopin pada awalnya didirikan oleh induk-induk koperasi untuk melayani kepentingan gerakan koperasi di Indonesia. Namun seiring perkembangan kepemilikan, saham induk koperasi mengalami dilusi hingga porsi kepemilikannya semakin kecil dan kemudian digantikan oleh pemegang saham lain.
"Karena dulu Bukopin didirikan oleh induk-induk koperasi, tapi dibiarkan terdilusi saham induk koperasi itu mengecil, tergantikan dan sekarang mayoritas pemegang sahamnya dikuasai oleh Kookmin Korea," kata Ferry.