Tower Bersama (TBIG) Kantongi Laba Bersih Rp 1,2 T Kuartal III 2022

ANTARA FOTO/IGGOY EL FITRA
Petugas melakukan pemeliharaan berkala menara (tower) telekomunikasi milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), di Pantai Cermin, Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (2/10/2019).
23/11/2022, 12.57 WIB

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan laba bersih Rp 1,22 triliun sampai September 2022, atau naik 13,12% dibanding raihan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu, Rp 1,08 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih emiten menara telekomunikasi itu utamanya ditopang oleh peningkatan pendapatan sebesar 7,89% menjadi Rp 4,92 triliun pada kuartal III 2022. Sebelumnya, pendapatan perseroan tercatat Rp 4,56 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan dikontribusi dari menara telekomunikasi Rp 4,89 triliun yang naik 7,43% per September 2022, dari periode yang sama tahun sebelum, Rp 4,55 triliun.

IndikatorKuartal III2022Kuartal III2021Presentase
Pendapatan Rp 4,92 triliunRp 4,56 triliun7,89%
LabaRp 1,22 triliunRp 1,08 triliun13,12%
EkuitasRp 13,18 triliunRp 9,78 triliun(Desember 2021)34,64%
LiabilitasRp 30,22 triliunRp 32,08 triliun(Desember 2021)- 5,79%
AsetRp 43,40 triliunRp 41,87 triliun(Desember 2021)3,66%

Pendapatan segmen menara telekomunikasi, yang paling banyak berkontribusi yaitu, menara telekomunikasi PT Indosat Tbk. Dari Indosat, perseroan meraup pendapatan Rp 1,69 triliun atau melambung 73,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 980,06 miliar.

Sementara itu, dari PT Telekomunikasi Selular, perseroan mengantongi Rp 1,71 triliun atau naik 4,78% pada kuartal III tahun 2022, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,63 triliun di kuartal III 2021. Lalu dari PT XL Axiata Tbk, perseroan memperoleh Rp 787,04 miliar atau naik 8,04% sampai September 2022, dibandingkan tahun lalu Rp 728,45 miliar.

TBIG mencatatkan beban pokok pendapatan Rp 1,41 triliun atau membengkak 24,26% pada September 2022. Sebelumnya, beban pokok pendapatan perseroan yaitu Rp 1,13 triliun pada periode yang sama tahun 2021.

Beban pokok pendapatan perseroan tertinggi berasal penyusutan menara yang mencapai Rp 686,81 miliar atau naik 29,62% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelum Rp 529,85 miliar.

Adapun, aset perseroan tercatat Rp 43,40 triliun atau naik 3,66% sampai September 2022 dibandingkan tahun 2021 yaitu Rp 41,87 triliun. Lalu ekuitas TBIG tercatat Rp 13,18 triliun atau naik 34,64% dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu Rp 9,78 triliun. Sementara itu, liabilitas perseroan menyusut 5,79% menjadi Rp 30,22 triliun. Sebelumnya, liabilitas perseroan tercatat Rp 32,08 triliun pada tahun 2021.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail