Kredit Tumbuh 54%, Laba Bank Jago Melonjak 40%

Humas Bank Jago
Seorang nasabah membuka aplikasi Bank Jago di depan logo bank digital tersebut, Rabu (14/4).
Penulis: Lona Olavia
1/8/2023, 10.00 WIB

PT Bank Jago Tbk membukukan laba bersih Rp 41 miliar di semester I 2023, melonjak 40% dari periode yang sama tahun lalu.

“Kinerja keuangan Bank Jago hingga kuartal II 2023 menunjukkan momentum yang baik dan on the right track. Kami ingin menumbuhkan bisnis kami lebih besar lagi dengan terus berinovasi sebagai bank berbasis teknologi dan berkolaborasi dengan ekosistem digital,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung dalam keterangan resmi dikutip Selasa (1/8).

Kenaikan laba bank dengan kode saham ARTO tersebut seiring penyaluran kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp 11,2 triliun per kuartal II 2023 atau tumbuh 54% dibandingkan realisasi kuartal II 2022. Di mana rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross di level 1,2% atau di bawah rata-rata industri perbankan yang sebesar 2,5%.

Seiring dengan kenaikan portofolio kredit dan pembiayaan syariah, Bank Jago membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 832 miliar atau meningkat 30%.

Sampai Juni 2023, bank digital tersebut melayani lebih dari 8,3 juta total nasabah, termasuk 6,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Jumlah pengguna Aplikasi Jago tersebut naik lebih dari dua kali lipat bila dibandingkan dengan pencapaian Juni tahun lalu yang sekitar 3 juta nasabah.

 

Lonjakan pengguna Aplikasi Jago tersebut memberikan kontribusi terhadap meningkatnya penghimpunan DPK yang mencapai Rp 10,1 triliun atau tumbuh 65% dari Rp 6,1 triliun pada  periode yang sama tahun lalu. Current account saving account (CASA) mendominasi komposisi DPK sebesar 71,4%, sedangkan sisanya merupakan deposito sebesar 28,6%.

“Pertumbuhan jumlah nasabah dan DPK menunjukkan hasil dari komitmen Bank Jago untuk terus berinovasi, serta memperdalam dan memperluas kolaborasi dengan ekosistem digital,” ucap Arief.

Sementara aset Bank Jago mencapai Rp 18,9 triliun atau tumbuh 29% dari pertengahan tahun lalu. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat mencapai 73%.