Anak Usaha Golden Energy Mines Terima Pinjaman BNI Rp 2,17 Triliun

Dokumentasi perseroan
Anak perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menerima pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 2,17 triliun.
28/11/2023, 17.46 WIB

Anak perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI dengan total limit Rp 2,17 triliun. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal kerja.

Melansir situs keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), anak perusahaan GEMS yang mendapat pinjaman tersebut adalah PT Borneo Indobara dan PT Barasentosa Lestari. Borneo Indobara merupakan anak perusahaan langsung, sementara status Barasentosa Abadi merupakan anak perusahaan tidak langsung dari GEMS.

Kedua anak perusahaan GEMS itu mendapatkan limit pinjaman yang berbeda. Dari total pinjaman Rp 2,17 triliun, Borneo Indobara mendapatkan limit pinjaman Rp 1,95 triliun. Di sisi lain, Barasentosa Lestari meraih limit pinjaman Rp 225 miliar.

Dalam perjanjian tersebut, fasilitas kredit yang didapatkan kedua perusahaan bertujuan untuk menambah modal kerja. Adapun jangka waktu fasilitas pinjaman adalah 12 bulan.

"Fasilitas pinjaman ini akan mendukung pertumbuhan dan kinerja operasional perseroan," kata manajemen GEMS dalam keterangan tertulis, Selasa (28/11). Manajemen menyebut pinjaman ini dapat memperkuat kondisi keuangan perseroan dan berdampak positif terhadap kelangsungan usaha GEMS maupun anak-anak usahanya.

Sebagai informasi, Golden Energy Mines membukukan pendapatan US$ 1,44 miliar atau sekitar Rp 22,12 triliun (kurs Rp 15.327 per dolar AS) per Juni 2023. Pendapatan itu naik 8,27% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$ 1,33 miliar. Perusahaan mencatat beban pokok pendapatan US$ 804,29 juta, naik 11,9% dibandingkan dengan US$ 718,7 juta pada semester pertama 2022.

Perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 333,49 juta atau sekitar Rp 5,11 triliun. Laba perusahaan ini turun 0,72% dibandingkan raihan semester I 2022 yang tercatat sebesar US$ 335,92 juta.

 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail