Perusahaan Sukanto Tanoto Akuisisi Vinda Produsen Tissue di Hong Kong

tanotofoundation.org
Konglomerat Sukanto Tanoto berencana mengakuisisi seluruh saham Vinda International Holdings Ltd.
Penulis: Hari Widowati
15/12/2023, 09.39 WIB

Konglomerat Sukanto Tanoto berencana mengakuisisi seluruh saham Vinda International Holdings Ltd, produsen tissue yang tercatat di bursa Hong Kong. Aksi tersebut dilakukan Sukanto melalui perusahaannya, RGE Pte.

Menurut laporan Bloomberg, RGE Pte menawarkan untuk membeli saham Vinda seharga HK23,5 per saham, nilai pembelian ini mencerminkan harga premium sebesar 13,5% di atas harga penutupan terakhir saham Vinda. Produsen produk perawatan tubuh Swedia Essity AB dan Pendiri Vinda Li Chaowang telah setuju untuk menjual saham mereka kepada RGE Pte. Kedua pemegang saham terbesar Vinda ini memiliki 72,62% saham.

RGE Pte bakal mengeluarkan dana akuisisi maksimal HK$26 miliar atau sekitar US$3,3 miliar jika seluruh pemegang saham Vinda menerima penawaran tersebut. "Ini merupakan penawaran yang sangat menarik bagi Essity dan pemegang saham kami," ujar manajemen Essity dalam keterbukaan informasi kepada otoritas Bursa Hong Kong, Kamis (14/12).

Lebih lanjut, manajemen Essity menyebutkan mereka akan mempertahankan kehadirannya di pasar Asia dan di Vinda dengan melanjutkan lisensi terhadap merek-merek Essity yang dipegang Vinda. Perusahaan juga mensyaratkan sumber bahan baku yang berkelanjutan, serta produksi dan kolaborasi dalam inovasi dan pemasaran.

Bisnis utama Sukanto Tanoto melalui RGE terbentang dari perkebunan kelapa sawit, energi, hingga pulp and paper. Oktober lalu, Bloomberg melaporkan bahwa RGE tengah berusaha membeli saham mayoritas Vinda. Saat ini RGE memiliki perusahaan yang beroperasi di Indonesia, Cina, Brasil, Spanyol, dan Kanada. Perusahaan mempekerjakan lebih dari 60.000 karyawan.

April lalu, Essity mengatakan tengah meninjau kembali kepemilikan sahamnya di Vinda. Produsen tissue yang memasarkan merek Tempo dan Tork itu memiliki nilai pasar US$3.2 miliar di Hong Kong.

Akuisisi ini akan dituntaskan setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait. Perusahaan memperkirakan aksi korporasi ini akan selesai pada pertengahan 2024.