Erick Thohir Resmi Jabat Menpora, Bagaimana Nasib Kementerian BUMN Selanjutnya?

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020).
17/9/2025, 15.43 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) hari ini, Rabu (17/9) siang. Erick meninggalkan kursi jabatannya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

“Memberhentikan Erick Thohir dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kabinet Merah Putih periode 2024-2029,” ujar pembawa acara dalam prosesi pelantikan, di Istana Negara, Rabu (17/9).

Dengan diberhentikannya Erick Thohir dari jabatan menteri BUMN maka jabatan Menteri BUMN kosong. Erick mengatakan mengenai posisi yang tinggal akan menjadi hak prerogatif presiden. 

“Nanti akan ada pelaksana tugas (plt) dan akan diumumkan oleh Mensesneg,” ujar Erick usai pelantikan. 

Seiring dengan pengangkatan Erick sebagai Menpora, beredar kabar bahwa Kementerian BUMN akan dibubarkan dan seluruhnya akan dialihkan ke Danantara. Katadata telah meminta tanggapan kepada Danantara terkait nasib Kementerian BUMN, namun enggan merespons hingga berita ini diterbitkan.

Sementara itu, Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan belum ada rencana untuk melebur Kementerian BUMN ke dalam Danantara. Adapun jabatan menteri menurut Prasetyo untuk sementara akan dijabat oleh Wakil Menteri sebagai pelaksana tugas. 

Nasib Kementerian BUMN 

Pengamat BUMN dari NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, mengatakan menurutnya persoalan di Kementerian BUMN kini bukan pada apakah Erick Thohir diganti atau tidak, melainkan pada eksistensi lembaga. Ia menyebut kementerian BUMN sebaiknya tidak perlu ada lagi karena saat ini sudah ada BPI Danantara.

“Sedangkan regulasi kan bisa diatur oleh kementerian masing-masing,”  ucapnya kepada Katadata.co.id, Rabu (17/9). 

Tak hanya itu, ia menilai mantan Menteri BUMN tersebut telah berhasil melanjutkan konsolidasi BUMN melalui pembentukan holding agar kinerja perusahaan negara lebih efisien. Meski konsolidasi BUMN karya belum rampung, sejumlah proses lainnya dinilai sudah berjalan baik, seperti di InJourney, Pelindo, dan MIND ID.

Dari sisi kelemahan, ia menilai pada masa kepemimpinan Erick Thohir, sebelum adanya Danantara, BUMN terkesan kurang hati-hati. Misalnya dalam penempatan komisaris, selain mengakomodasi politisi, ada juga yang diangkat meski belum berpengalaman kerja.

Ia juga menyoroti lemahnya kontrol risiko dan audit di BUMN, yang terbukti dari maraknya kasus korupsi yang berlangsung bertahun-tahun. Menurutnya, kondisi seperti ini seharusnya bisa dicegah sejak awal.

“Karena itu, menurut saya, pergantian Erick ini sekaligus bisa jadi momentum melikuidasi lembaga Kementerian BUMN,” ucapnya kepada Katadata.co.id, Rabu (17/9). 

Sementara itu Pengamat BUMN sekaligus Managing Director Lembaga Manajemen FEB UI, Toto Pranoto, menilai pindahnya Erick ke posisi Menpora sesuai apabila dilihat dari kompetensi dan pengalaman kerjanya. 

“Paling tidak sebagai pengelola bisnis sport global maka Erick paham strategi efektif membawa olahraga Indonesia lebih go international,” ucap Toto ketika dihubungi Katadata.co.id, Rabu (17/9).

Ia menilai, dalam posisi sebelumnya sebagai Menteri BUMN, peran Erick menjadi kurang optimal karena kewenangan Kementerian BUMN kini lebih banyak terbatas pada fungsi sebagai dewan pengawas Danantara. Padahal, menurutnya, Erick punya potensi besar di bidang pengelolaan bisnis dan olahraga.

“Jadi lumayan cocok kalau Erick jadi Menpora,” ucap Toto.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila