Danantara Ungkap Siasat jadi Liquidity Provider, Investasikan Dividen di Bursa?

ANTARA FOTO/Fauzan/YU
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani memaparkan realisasi investasi triwulan II 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
8/10/2025, 13.16 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara membeberkan siasatnya apabila menjadi penyedia likuiditas atau liquidity provider. Chief Eksekutif Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan saat ini Danantara bisa menanamkan modal di berbagai jenis aset, baik di perusahaan terbuka maupun yang belum tercatat di bursa.

“Danantara ini kami bisa investasi in all different asset classes. ya, mau private, mau public, selama itu ada kriteria,” kata Rosan kepada wartawan ketika ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (8/10). 

Liquidity provider adalah anggota yang telah mendapat persetujuan dari BEI dan mempunyai kewajiban untuk melakukan kuotasi atas saham tertentu dalam daftar Efek Liquidity provider saham. Fungsinya untuk mendukung terciptanya likuiditas perdagangan saham tersebut.

Rosan menjelaskan Danantara punya sejumlah kriteria dalam berinvestasi, seperti potensi imbal hasil, dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, dorongan terhadap ekspor, serta dampak positif ke industri lainnya. Selama kriteria tersebut terpenuhi, kata Rosan, Danantara akan terbuka untuk berinvestasi.

Sebelumnya Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir sebelumnya mengatakan tengah mendiskusikan untuk menjadi penyedia likuiditas pasar modal.  Menurut Pandu, saat ini pasar modal dibagi menjadi dua unsur, yakni pergerakan harga saham dan ekuitas atau nilai saham yang dimiliki investor.  

“Jadi tentu nanti kami lihat dari hasil dividen, kami parking di mana, ya bisa saja salah satunya di sana (pasar modal),” kata Pandu kepada wartawan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), beberapa waktu lalu.  

Ia mengatakan dividen yang diterima dari Danantara kemungkinan besar akan ditempatkan terlebih dahulu di pasar modal. Meski begitu, Danantara juga telah menyiapkan sejumlah proyek prioritas untuk tujuan investasi ke depannya.  

Pandu belum menjelaskan secara detail sektor pasar modal mana yang nantinya akan dilepas. Ia menegaskan fokus utama Danantara saat ini adalah memperkuat portofolio investasi dan meningkatkan keuntungan bagi Badan Usaha Milik Negara 

Sebagai lembaga investasi, Danantara mendapat tugas untuk mengelola aset seluruh perusahaan pelat merah. Selain itu, Danantara juga punya kewenangan untuk menjalin kerja sama dengan investor global dan mendorong peningkatan investasi di sektor-sektor strategis Tanah Air seperti bidang energi, infrastruktur dan pangan. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila