Bocoran Dividen BBRI Tahun Buku 2026, Payout Ratio Bakal Lebih Tinggi?

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat menyampaikan paparan pada Peluncuran BRI Corporate Rebranding di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
26/2/2026, 15.01 WIB

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberi sinyal pembagian dividen dengan payout ratio terhadap laba yang lebih tinggi untuk tahun buku 2025. Potensi tersebut diperkuat seiring dengan kokohnya kondisi permodalan bank pelat merah tersebut. 

Direktur Utama BBRI Hery Gunardi mengatakan penentuan rasio dividen tetap mempertimbangkan sejumlah faktor utama, terutama struktur permodalan dan rencana pertumbuhan bisnis ke depan.

“Kalau dalam hal kami menentukan rasio dividen itu, tentunya bank itu akan mempertimbangkan kondisi struktur permodalannya kami, atau CAR kita gitu ya, capital adequacy ratio. Kami juga rencanakan pertumbuhan untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan di masa yang akan datang,” ujar Hery dalam paparan kinerja keuangan kuartal IV secara virtual, Kamis (26/2).

Ia menjelaskan, posisi permodalan BBRI saat ini berada dalam kondisi sangat memadai. Sepanjang 2026, rasio kecukupan modal atau CAR perseroan tercatat sekitar 23,52%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Dengan level permodalan tersebut, BBRI menilai memiliki ruang yang cukup untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen.

“Mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogianya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level historis yang selama ini ada,” kata Hery.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya menjaga struktur permodalan tetap optimal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham.

Peningkatan porsi dividen, lanjut Hery, juga berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil kepada investor, termasuk meningkatkan return on equity (ROE) perseroan. Meski demikian, besaran final dividend tetap akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan mempertimbangkan kebutuhan ekspansi dan kondisi ekonomi ke depan.

Jika menilik rekam jejaknya, BBRI kerap menyalurkan dividen dengan nilai jumbo. Untuk tahun buku 2024, misalnya, perseroan membagikan dividen tunai senilai Rp 51,73 triliun atau Rp 343,40 per saham.

Dividen tersebut terdiri dari dividen interim Rp 135 per saham atau setara Rp 20,33 triliun, yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2025, serta dividen final Rp 208,40 per saham atau sekitar Rp 31,40 triliun. 

Setahun sebelumnya, BBRI juga membagikan dividen tunai Rp 319 per saham, yang terdiri dari dividen interim Rp 84 per saham dan dividen final Rp 235 per saham.

Laba Bersih BBRI Turun sepanjang 2026

Adapun BBRI mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp 57,13 triliun sepanjang 2025, turun 5,26% dibandingkan dengan laba bersih perseroan tahun 2024 sebesar Rp 60,30 triliun. Penurunan terjadi seiring biaya pencadangan atau impairment yang membengkak 20,8% menjadi Rp 46,09 triliun. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di media massa, penyaluran kredit BRI secara konsolidasian mencapai Rp 1.521 triliun, tumbuh 11,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan bunga naik 4,27% dari Rp 199,26 triliun pada 2024 menjadi Rp 207,78 triliun pada 2025, demikian pula dengan beban bunga dari Rp 56,6 trililiun menjadi Rp 57,24 triliun. Pendapatan bunga bersih pun tercatat naik 5,5% menjadi Rp 150,5 triliun.  

Margin bunga bersih atau net interest margin BRI pun turun dari 6,75% menjadi 6,54%. Sementara di sisi kualitas kredit, NPL gross BRI  tercatat sebesar 3,29%, meningkat dari 2,94%, sedangkan NPL net berada di level 0,96% dari sebelumnya 0,75%.

Sementara itu dana pihak ketiga BRI tercatat sebesar Rp 1.466 triliun dan komposisi CASA mencapai 70,61%.  Di sisi lain, fungsi intermediasi BBRI tercatat meningkat dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 91,96%, dibandingkan tahun sebelumnya di level 89,39%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri