PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025 sekitar US$ 123,9 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun. Tak hanya itu, perusahaan mengungkapkan bisnis baru.
Sejumlah saham di pasar modal Indonesia saat ini diperdagangkan pada harga diskon setelah mengalami tekanan cukup dalam sejak awal tahun. Bagaimana celah investasi saat diskon dan banjir dividen?
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membagikan dividen final sebesar Rp 335 per lembar saham. Jumlahnya mencapai Rp 647 miliar atau 60% dari total laba bersih perusahaan sepanjang 2025.
Raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) mengusulkan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 292 per saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan atau RUPST 2026 pada Kamis (23/4).
Emiten perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan membagikan dividen final sebesar Rp 209 per saham kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegan
Emiten perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bersiap membagikan dividen jumbo untuk para pemegang saham. Merujuk hasil RUPS yang digelar Jumat (10/4) total dividen Rp 52,1 triliun
Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia mulai mengguyur dividen kepada pemegang saham pada April 2026. Pembagian dividen ini seiring dengan rampungnya laporan keuangan tahun buku 2025.
PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang dikuasai Jhonlin milik Haji Isam akan membagikan dividen tunai Rp 200,46 miliar atau Rp 156 per saham, nilainya lebih besar dari laba bersih perseroan tahun 2025.
Emiten perbankan pelat merah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memberikan sinyal akan membagikan dividen final dengan yield sekitar 8,1%. Bagaimana peluangnya?