Profil PT Denera, Holding Dibentuk Khusus Kawal Proyek Waste to Energy Danantara

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Tamu undangan memegang katalog badan pengelola investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/2/2025). P
Penulis: Karunia Putri
10/4/2026, 19.58 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara resmi membentuk suatu entitas baru bernama PT Daya Energi Bersih Nusantara atau PT Denera. Perusahaan tersebut akan berfokus pada bidang bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik alias waste to energy (WtE).

Seperti yang diketahui, saat ini Danantara sedang getol menggarap proyek WtE. Danantara ambisius membangun sejumlah fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di beberapa kota. 

WtE merupakan program nasional yang dirancang untuk mengolah sampah kota menjadi energi listrik. Proyek ini nantinya sebagai solusi kedaruratan sampah sekaligus upaya mendukung ketahanan energi nasional. Pemenang tender tahap pertama dijadwalkan bakal digelar awal Februari.

Direktur Investasi Danantara sekaligus Lead Proyek WTE Fadli Rahmah menjelaskan, nilai investasi proyek jumbo nasional tersebut ditaksir mencapai Rp 91 triliun.  Keberadaan holding WtE menurut Fadli diperlukan untuk memastikan proyek Waste to Energy berjalan sesuai Peraturan Pemerintah.

"Nanti holding akan bekerja bersama dengan perusahaan pemenang tender WtE," ujar Fadli seperti dikutip Jumat (10/4).

Saat ini Danantara meproyeksikan investasi per proyek berkisar Rp 2,5 triliun sampai Rp 2,8 triliun untuk setiap lokasi. Proyek yang diklaim bakal mengatasi permasalahan timbunan sampah Indonesia ini ditargetkan dibangun di 33 lokasi, dengan per proyek mengelola 1.000 ton sampah per harinya.

Pembentukan Denera tidak terlepas dari ambisi Danantara dalam menggarap proyek WtE secara masif di berbagai daerah. Program ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong ketahanan energi berbasis sumber terbarukan.

INFOGRAFIK: Indonesia Darurat Sampah (Katadata/ Amosella)

Lantas bagaimana profil PT Denera yang akan bertanggung jawab atas proyek-proyek WtE nasional?

Profil PT Denera Holding Baru dari Danantara 

PT Daya Energi Bersih Nusantara resmi berdiri pada 1 April 2026. Entitas ini dibangun sebagai perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi. 

PT Denera dibentuk langsung oleh PT Danantara Investment Management (DIM) dan akan berperan sebagai perusahaan induk (holding) untuk seluruh proyek WtE di Indonesia. Melalui struktur tersebut, Denera akan mengonsolidasikan seluruh kegiatan investasi, pengembangan hingga operasional proyek WtE di berbagai wilayah. 

Setiap proyek nantinya dijalankan melalui Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) yang merupakan perusahaan patungan antara Denera dan konsorsium mitra terpilih. Sebagai Lead of WtE, Fadli Rahman mengatakan, Denera selanjutnya akan menjadi anak dari DIM.

“Denera inilah yang memegang dari sisi saham dan juga dari sisi operasional dan pengelolaan untuk seluruh PSEL dibawah Danantara Investment,” ujar Fadli dalam acara update proyek WtE di Wisma Danantara, Kamis (9/4).  

Denera selanjutnya akan memegang porsi saham di setiap proyek PSEL, dengan struktur kepemilikan ditetapkan sebesar 70% untuk mitra Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP), dan sebesar 30% oleh Denera. Selain itu, Denera juga akan bertanggung jawab atas operasional proyek. Adapun, setiap pembangunan satu unit PSEL membutuhkan investasi Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun.

Fadli menjelaskan, Denera tidak hanya berperan sebagai pengelola proyek hilir, tetapi juga akan mendorong pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir.  Adapun program WtE disebut sebagai katalis untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Fadli juga mengatakan bahwa proyek WtE menjadi pendorong utama untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Ia menilai proyek WtE tidak hanya menghasilkan listrik, namun juga mencakup pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, mulai dari tempat pembuangan, pengolahan, hingga daur ulang.

Menurut Fadli, upaya tersebut mencakup peningkatan tingkat pengumpulan sampah (collection rate), penguatan sistem pengelolaan seperti DPS3R hingga edukasi masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola sampah. 

Selain sampah rumah tangga, ke depan Denera juga akan mengembangkan pengelolaan untuk jenis sampah lain, termasuk limbah industri hingga limbah berbahaya.

Proyek-Proyek WtE Danantara

Danantara sudah mulai membangun proyek WtE. Proyek tahap pertama sedang berlangsung. Dari empat kota terpilih yang akan dibangun fasilitas WtE, tiga di antaranya sudah diumumkan pemenang tender yang akan mengelola fasilitas tersebut.

Danantara telah menetapkan pemenang tender untuk proyek WtE di Denpasar, Bogor dan Bekasi. Nilai investasi masing-masing proyek diperkirakan berkisar antara Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun.Angka tersebut bernilai jumbo karena kapasitas fasilitas yang tergolong besar.

Sementara itu, untuk kota Yogyakarta, pemenang tender masih belum diumumkan. Fadli mengatakan, proses penentuan mitra di Yogyakarta masih berlangsung karena adanya sejumlah hal yang perlu dinegosiasikan. “Di Yogyakarta kita masih dalam proses pemilihan mitra. Ada beberapa hal yang terkait negosiasi,” ujar Fadli dalam acara update proyek WtE di Wisma Danantara, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan, pemilihan mitra untuk proyek di Yogyakarta sangat mempertimbangkan kecepatan pembangunan. Hal ini sejalan dengan urgensi penanganan persoalan sampah di daerah tersebut.

Selanjutnya, Danantara akan membuka tender proyek WtE tahap kedua untuk 25 kota di Indonesia. Proses tender tahap kedua ini ditargetkan mulai dibuka pada bulan ini, April 2026.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri