BRI Gandeng Syailendra Capital Perluas Distribusi Reksa Dana
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjalin kerja sama dengan perusahaan manajer investasi PT Syailendra Capital dalam distribusi produk reksa dana. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di Gedung BRI I, Jakarta, Rabu (20/5).
Chief Executive Officer PT Syailendra Capital Fajar R. Hidayat mengatakan, industri reksa dana masih menunjukkan pertumbuhan positif meski pasar saham Indonesia mengalami tekanan sepanjang empat bulan pertama tahun ini.
Dia mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang menjadi salah satu pasar yang mengalami underperform saat ini, namun minat masyarakat terhadap produk investasi tetap terjaga.
“Menurut kami, dari salah satu pelaku di pasar modal, kita akan melihat, walaupun terdapat beberapa hal-hal yang isu, tetap trust terhadap produk-produk investasi tetap ada,” kata Fajar dalam dalam acara Mutual Fund Distribution Signing Ceremony BRI x Syailendra Capital di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (20/5).
Fajar menyebut jumlah nasabah reksa dana secara industri masih tumbuh sekitar 7% hingga 9% pada periode Januari hingga April 2026. Adapun jumlah investor reksa dana per April 2026 mencapai sekitar 25 juta nasabah.
Di sisi lain, nilai dana kelolaan industri reksa dana juga mencatat rekor tertinggi. Pada April 2026, total dana kelolaan industri reksa dana sudah mencapai Rp 1.074 triliun, di mana sekitar Rp 700 triliun berasal dari open market fund.
Menurut Fajar, kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk investasi masih tetap kuat di tengah berbagai sentimen dan isu yang membayangi pasar modal.
Ia mengatakan, Syailendra Capital juga masih mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun ini. Saat ini, total aset kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana Syailendra Capital mencapai sekitar Rp 43,5 triliun.
Fajar berharap kolaborasi dengan BRI melalui sejumlah produk unggulan, termasuk produk syariah, dapat memperluas akses investasi bagi nasabah.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan perseroan tengah menjalankan transformasi bisnis yang disebut sebagai Revolution 3.0. Selama ini, BRI dikenal kuat di segmen mikro dan menurut Aris, posisi tersebut tetap akan dipertahankan.
Namun, melalui transformasi tersebut, BRI juga mulai memperkuat segmen lain, terutama consumer banking dan funding. Salah satu fokus utama di consumer banking adalah pengembangan layanan wealth management.
Aris mengatakan penguatan layanan wealth management membutuhkan kolaborasi dengan berbagai mitra agar BRI dapat menyediakan pilihan produk investasi yang lebih lengkap dan beragam bagi nasabah.
“Karena kita yakin adalah wealth manajemen, terutama wealth industri, adalah proyek kami," katanya.