Fitch Beri Rating BBB Obligasi Global Danantara, Dibayangi Outlook Negatif RI

Katadata/Hari Widowati/AI
Ilustrasi FitchRatings
3/6/2026, 15.14 WIB

Fitch Ratings menetapkan peringkat BBB untuk program surat utang jangka menengah global atau Global Medium-Term Notes (MTN) yang akan diterbitkan PT Danantara Investment Management (DIM) yang menjadi penerbitan obligasi perdana di bawah program tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan hari ini, Rabu (3/6) lembaga pemeringkat itu  menyamakan peringkat obligasi tersebut dengan Peringkat Gagal Bayar Penerbit Jangka Panjang dalam Mata Uang Asing (Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating/IDR) milik DIM. Menurut Fitch, penyamaan peringkat tersebut karena obligasi yang akan diterbitkan merupakan kewajiban langsung perusahaan yang tidak menjaminkan aset tertentu dan memiliki kedudukan yang setara dengan kewajiban keuangan lainnya yang sejenis.

Fitch juga menilai DIM memikul tanggung jawab langsung atas program MTN global dan obligasi yang diterbitkan melalui program tersebut. Ketentuan itu tercantum dalam rancangan dokumen penawaran sehingga DIM sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran kewajiban obligasi. Baik dalam skema penerbitan langsung maupun penerbitan bersama yang dimungkinkan dalam aksi itu.

“Sebagaimana diatur dalam draf prospektus penawaran, sehingga DIM menjadi pihak yang bertanggung jawab secara langsung baik dalam struktur penerbitan langsung maupun bersama yang diizinkan dalam program ini,” tulis Fitch dalam analisisnya, Rabu (3/6). 

Fitch menyebut DIM berencana menerbitkan obligasi perdana secara langsung melalui program MTN global tersebut. Lembaga pemeringkat itu juga tidak memperkirakan adanya perubahan material dalam dokumen final obligasi.  Dana hasil penerbitan obligasi diperkirakan akan digunakan untuk membiayai investasi DIM sesuai mandat perusahaan.

Fitch menilai peringkat kredit DIM didorong oleh kemungkinan yang “hampir pasti” adanya dukungan dari pemerintah Indonesia yang saat ini memiliki peringkat BBB dengan outlook negatif. Penilaian tersebut mengacu pada metodologi Government-Related Entities milik Fitch.

Menurut Fitch, pemerintah memiliki insentif yang kuat untuk memberikan dukungan kepada DIM apabila diperlukan. Hal itu tercermin dari skor dukungan sebesar 55 dari maksimum 60 poin, sehingga membuat peringkat DIM disejajarkan dengan peringkat kredit pemerintah Indonesia.

Fitch juga menjelaskan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi peringkat DIM ke depan. Lembaga pemeringkat itu menyebut penurunan peringkat kredit DIM akan berdampak langsung pada peringkat obligasi yang diterbitkan melalui program MTN global.

Menurut Fitch, peringkat DIM berpotensi turun apabila peringkat kredit pemerintah Indonesia diturunkan atau jika penilaian terhadap dukungan pemerintah melemah. Secara khusus, penurunan skor dukungan menjadi di bawah 45 poin akibat berkurangnya tanggung jawab atau insentif pemerintah untuk memberikan dukungan dapat memicu penurunan peringkat DIM.

Sebaliknya, kenaikan peringkat kredit DIM akan diikuti oleh peningkatan peringkat obligasi yang diterbitkan. Fitch menyebut peningkatan peringkat pemerintah Indonesia juga dapat mendorong kenaikan peringkat DIM, selama penilaian terhadap faktor dukungan pemerintah tetap tidak berubah.

Sebelumnya Danantara Investment Management (DIM) disebut telah menunjuk sejumlah bank investasi untuk menggarap penerbitan perdana obligasi senior berdenominasi dolar AS. Pemesanan awal atau bookbuilding untuk obligasi tersebut mulai dibuka pada hari ini, Rabu (3/6).

Obligasi dengan format 144A/3(c)(7)/Reg S itu akan diterbitkan melalui program Global Medium Term Note (GMTN) senilai US$ 5 miliar atau sekitar setara sekitar Rp 89,5 triliun dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS. Surat utang tersebut memperoleh peringkat investasi (investment grade) sebesar Baa2 dari Moody's serta BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings.

“Citigroup, DBS Bank, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered kabarnya ditunjuk sebagai joint lead managers sekaligus bookrunners dalam transaksi ini,” demikian tertulis dalam laporan International Financing Review (IFR) Asia, Rabu (3/6). 

Manajemen Danantara bersama para bank penjamin emisi akan menggelar rangkaian pertemuan dengan investor di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia hingga 10 Juni sebelum menentukan harga dan ukuran penerbitan obligasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila