SOFA Gabung Zhejiang Weiming Garap Proyek WtE Danantara di Denpasar dan Bogor

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Pekerja membersihkan kaca gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Penulis: Karunia Putri
9/6/2026, 09.47 WIB

Emiten produsen furnitur PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) resmi melakukan diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan. Perseroan melalui anak usaha, PT Ananta Energi Asia (AEA) menyepakati penjualan sebagian saham pada perusahaan konsorsium proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) kepada mitra strategis asal Cina, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. (Zhejiang Weiming).

Direktur Utama SOFA Denny Rizal mengatakan, AEA telah menandatangani akta jual beli saham dengan Zhejiang Weiming beserta afiliasinya untuk menjadi pemegang saham dalam dua perusahaan konsorsium yang dibentuk untuk menggarap proyek Waste to Energy (WtE) di wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya.

"Persentase kepemilikan saham AEA pada masing-masing perusahaan konsorsium sebesar 10%," kata Denny dalam keterbukaan informasi, Selasa (9/6).

Langkah itu merupakan tindak lanjut dari keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan pada 25 Mei. Saat itu, PT Danantara Investment Management (DIM) menyetujui penambahan AEA sebagai mitra lokal dalam konsorsium proyek PSEL yang dipimpin Zhejiang Weiming di kedua wilayah tersebut.

Denny menjelaskan, perubahan struktur kepemilikan saham pada masing-masing perusahaan konsorsium saat ini masih menunggu persetujuan dan penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Kementerian Hukum.

Menurut dia, keterlibatan AEA dalam proyek tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha SOFA ke sektor energi baru dan terbarukan.

"Ini merupakan bentuk realisasi komitmen perseroan dalam melakukan diversifikasi bisnis di bidang energi baru terbarukan," ujarnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Desember 2025, SOFA menyampaikan rencana transformasi bisnis dari perusahaan furnitur menjadi perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan. Perubahan fokus usaha tersebut juga akan diterapkan pada anak-anak usaha perseroan.

Siapa Zhejiang Weiming?

Danantara menunjuk Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai mitra pengelola fasilitas WtE atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk wilayah Bogor. Namun belum ada pengumuman lebih lanjut mitra lokal yang akan join konsorsium bersama Zhejiang Weiming Environment Protection untuk menggarap proyek jumbo itu. 

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pembentukan konsorsium menjadi Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. bukan pemain baru di Indonesia. Perusahaan ini sebelumnya telah masuk dalam daftar penyedia sebagai salah satu pemasok atau calon mitra untuk proyek lingkungan Waste-to-Energy (WtE).  

Melalui anak usahanya, Weiming Equipment, perusahaan asing itu pernah menandatangani kontrak penyediaan peralatan insinerator WtE dengan perusahaan Indonesia dengan Shanghai Dingxin Investment atau Qingshan Park. Kerja sama ini menjadi bagian dari kolaborasi ekspor teknologi lingkungan. 

Di Tiongkok, Weiming dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam teknologi dan operasi WtE. Bisnisnya mencakup desain, investasi, pembangunan, serta pengoperasian fasilitas WtE, termasuk manufaktur dan pemasangan peralatan insinerator serta pembangkit listrik dari pengolahan sampah padat perkotaan (municipal solid waste/MSW). 

Pada 2023, Weiming Environment menghasilkan sekitar 3,85 miliar kWh listrik, sebagian besar berasal dari pembangkit berbasis WtE. Perusahaan ini juga pernah menawarkan investasi sekitar US$ 225 juta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk proyek pengelolaan sampah dan skema Build-Own-Operate (BOO) WtE.

Selain itu, Weiming sempat menjajaki penggunaan teknologi insinerasi di rencana proyek TPPAS Cirebon Raya serta melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri