Telkom Rampingkan Bisnis, Tak Akan Ada PHK

ANTARA FOTO/Fauzan/nz
Peserta mengunjungi salah satu stan perusahaan telekomunikasi digital saat Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026, di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (26/8/2026). Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 mengusung tema "Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress" dengan mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara untuk membahas perkembangan AI, konektivitas global, cloud, serta infrastruktur digital yang sekaligus membuka peluang sinergi lintas industri d
Penulis: Karunia Putri
Editor: Yuliawati
27/8/2026, 07.30 WIB

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyatakan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam proses streamlining atau penyederhanaan entitas bisnis.

Direktur Strategic Business Development Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, terdapat sejumlah risiko dalam proses perampingan bisnis. Namun, dia menyatakan tidak akan ada layoff atau PHK setelah proses tersebut dilakukan.

“Kita nggak boleh layoff. Kita nggak ada layoff,” kata Seno saat ditemui di acara BATIC 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8).

Seno mengatakan proses streamlining Telkom masih berlangsung dan memiliki kompleksitas serta dinamika yang tinggi. Perusahaan menargetkan jumlah anak usaha dapat disederhanakan menjadi 19 entitas.

“Streamlining ini luar biasa kompleksitasnya, dinamikanya luar biasa dan pendekatannya juga sangat agresif. Tentunya ini masih bergerak terus,” ujarnya.

Dia menyebut proses tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun. Namun, terdapat kemungkinan satu hingga dua entitas baru menyelesaikan proses streamlining pada tahun depan.

Dalam proses penyederhanaan entitas tersebut, Telkom juga mencermati sejumlah risiko, antara lain potensi cut loss dan write-off. Perusahaan pun terus berkoordinasi dengan anak usaha untuk memastikan kepentingan streamlining dapat berjalan tanpa melakukan PHK.

“Lumayan banyak, terutama terkait dengan cut loss, write off. Dan tentunya ada beberapa isu juga,” kata Seno.

Dia kembali menegaskan bahwa proses streamlining tidak akan diikuti oleh PHK terhadap karyawan.

Sebelumnya, hingga pertengahan 2026, emiten telekomunikasi pelat merah itu telah memangkas 34 entitas, mempercepat transformasi perusahaan melalui pembentukan strategic holding organization yang ditargetkan rampung 2027.

Saat ini, Telkom mengelola 67 entitas yang terdiri atas 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas.

Pada Kamis (6/8) kemarin, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama manajemen Telkom membahas perkembangan transformasi perusahaan.

Fokus pembahasan utamanya implementasi strategic holding organization, termasuk percepatan program streamlining (perampingan) hingga penguatan leadership pipeline demi memperkuat tata kelola, sinergi bisnis, dan penciptaan nilai jangka panjang.

“Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Jumat (7/8).

Dia menuturkan, transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya BP BUMN dan Danantara dalam mendorong Telkom menjadi perusahaan digital nasional yang lebih adaptif dan berdaya saing global. Penyederhanaan struktur organisasi diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat fokus bisnis perusahaan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri