Menakar Investasi Rp4,48 T Danantara di HighPeak, Seberapa Besar Imbal Hasilnya?

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ilustrasi logo dan gedung Danantara Indonesia
9/10/2026, 07.50 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia mulai memperbesar investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan masuk ke HighPeak Energy, perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas asal Amerika Serikat (AS). Investasi senilai US$ 250 juta atau Rp 4,48 triliun ini diproyeksikan memberikan imbal hasil tetap sekitar 6%–7% per tahun.

Melalui PT Danantara Investment Management (DIM), Danantara menanamkan modal di HighPeak melalui penerbitan saham preferen konvertibel (convertible preferred stock) secara bertahap.

HighPeak merupakan perusahaan yang berbasis di Texas dan bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin. Permian Basin merupakan wilayah penghasil minyak mentah terbesar yang menyumbang sebesar 48% dari total produksi AS selama 2025.

Melihat hal itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai investasi Danantara di sektor hulu migas memiliki prospek positif. Menurutnya, risiko investasi dapat dimitigasi melalui mekanisme saham preferen yang memberikan imbal hasil tetap diproyeksikan sekitar 6%–7% per tahun dengan pembayaran secara periodik

Dengan mekanisme tersebut, Danantara dapat memperoleh kepastian imbal hasil tanpa harus menunggu pembayaran hingga akhir tahun. Skema ini dinilai dapat membantu meminimalkan risiko investasi sekaligus memberikan manfaat Danantara dan keuangan negara secara keseluruhan.

“Nantinya kalau nunggu setahun kan agak sulit gitu ya. Tapi kalau kemudian nggak sampai setahun, kemudian cash flownya masuk, saya kira itu lebih baik,” kata Komaidi kepada Katadata.co.id, Jumat (9/10).

Komaidi menilai investasi Danantara di HighPeak Energy juga berpotensi meraup manfaat dari sisi transfer teknologi untuk pengembangan hulu migas di Indonesia. Pasalnya, HighPeak beroperasi di Permian Basin, salah satu pusat industri hulu migas dunia yang teknologinya berkembang lebih pesat.

Menurut Komaidi, dengan Danantara mengamankan kawasan tersebut dapat memperluas akses terhadap teknologi, pengetahuan, pengalaman, dan jaringan industri migas global. Hal ini berpotensi mendukung peningkatan kemampuan operasional hulu migas di Indonesia ke depan.

“Dari aspek finansialnya, saya kira prudent. Dari aspek teknologi maupun operasional hulu migas, juga ada beberapa hal yang strategis, salah satunya mengenai kemungkinan nanti alih teknologi apabila suatu waktu kita perlu,” ujar Komaidi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pemerintah tidak hanya mengejar besaran investasi yang masuk ke Indonesia, tetapi juga kualitas dan keberlanjutannya. Menurut dia, investasi harus memberikan dampak terhadap perekonomian sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Rosan menyebut realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja langsung, belum termasuk tenaga kerja pendukung dan aktivitas investasi lainnya.

Ia juga menyoroti kenaikan kontribusi hilirisasi terhadap realisasi investasi nasional yang kini sudah di level 30%.

“Kalau dulu di level 25% dari total investasi, sekarang sudah di level 30%, close to 30% actually come from hilirisasi,” kata Rosan dalam Investor Daily Summit 2026 Jakarta, Rabu (7/10).

Meski begitu, Rosan mengatakan investasi hilirisasi di Indonesia masih didominasi sektor mineral. Namun, ia memperkirakan tren tersebut akan terus meningkat dan meluas ke sektor lain, seperti perkebunan dan kelautan.

Selain itu, ia mengatakan sekitar 75% investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa. Sementara itu, porsi investasi yang berasal dari dalam dan luar negeri relatif berimbang, masing-masing sekitar 50%.

Presiden  Prabowo Subianto pada Februari menyelenggarakan Presidential Forum on Strategic Capital & Partnership di Washington, D.C., yang mempertemukan pimpinan senior dari sejumlah institusi investasi terkemuka Amerika Serikat untuk mendorong kemitraan strategis permodalan dan memperdalam kolaborasi investasi jangka panjang dengan Indonesia.

Rosan menegaskan forum itu mencerminkan komitmen Indonesia dalam membangun kemitraan strategis jangka panjang dengan investor institusional global. Ia menambahkan bahwa strategi penyaluran investasi Danantara Indonesia mencakup penguatan eksposur global melalui kemitraan dengan fund managers terkemuka demi membangun portofolio yang tangguh dan terdiversifikasi, sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Indonesia.

"Pendekatan ini memungkinkan Indonesia memperluas akses ke jaringan investasi global, teknologi, serta keahlian manajerial, sekaligus memastikan setiap alokasi investasi mendukung sektor prioritas, pengembangan industri, dan penciptaan nilai di dalam negeri," Rosan menambahkan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila