Cina Masih Jadi Tujuan Ekspor Terbesar RI, Nilainya 2 Kali Lipat Daripada ke AS

ANTARA FOTO/Moch Asim/rwa.
Ilustrasi. Ekspor nonmigas pada Maret 2025 naik 2,56% jika dibanding ekspor non migas Maret 2024.
Penulis: Rahayu Subekti
Editor: Agustiyanti
21/4/2025, 17.18 WIB

Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat nilai ekspor komoditas nonmogas Indonesia pada Maret 2025 mencapai US$  21,8 miliar, naik 4,71% dibandingkan bulan lalu. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mencatat, Cina masih menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia. 

Amalia menjelaskan, nilai ekspor nonmigas ke Cina mencapai US$ 5,20 miliar. Selain ke Cina, ekspor terbesar Indonesia adalah ke Amerika Serikat mencapai US$ 2,63 miliar, dan India mencapai US$ 1,41 miliar.

“Nilai ekspor nonmigas ketiga negara ini memberikan share sekitar 42,37% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2025,” ujar Amaliadalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/4).

Adapun ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa yang mencakup 27 negara masing-masing mencapai US$ 4,16 miliar dan US$ 1,73 miliar.

Komoditas Pendorong Ekspor

Ekspor nonmigas pada Maret 2025 naik 2,56% jika dibanding ekspor non migas Maret 2024. Dari 10 komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Maret 2025, BPS mencatat, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah bijih logam, terak, dan abu.

“Nilai ekspor komoditas ini sebesar US$ 573,6 juta,” ujar Amalia.

Adapun secara kumulatif, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2025 mencapai US$ 66,62 miliar. Angka ini juga naik 6,93% dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Menurut provinsi. asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2025 berasal dari provinsi Jawa Barat dengan nilai US$ 9,32 miliar atau porsinya 13,99%. Lalu diikuti dari Jawa Timur mencapai US$ 6,15 miliar dengan porsi 9,22% dan dari Kepulauan Riau senilai US$ 5,82 miliar dengan porsi 8,74%. 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti