Pemerintah Pastikan Tetap Komunikasi dengan Cina di Tengah Negosiasi Tarif AS

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt.
Menko Perekonomian Airlangga Hartartotelah melaporkan hasil Tim Negosiasi dalam melobi pemerintah AS soal tarif impor resiprokal. Dia mengatakan, misi diplomatik kali ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah AS.
30/4/2025, 23.00 WIB

Pemerintah menekankan, tetap berkomunikasi dengan Cina di tengah upaya negosiasi tarif impor resiprokal atau timbal balik dengan pemerintah Amerika Serikat. Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menepis adanya tudingan yang menyebut AS meminta Indonesia untuk menutup komunikasi dengan Cina selama negosiasi. 

"Kami dengan pemerintah Cina ada komunikasi juga, jadi ini merupakan komunikasi atau negosiasi yang sifatnya bilateral, tidak menyangkut negara lain," kata Airlangga dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (28/4).

Menurut dia, negosiasi antara AS dan Indonesia berlangsung secara bilateral atau tak melibatkan negara lain. Sikap yang sama, mneurut dia, juga berlangsung saat melakukan pembicaraan dengan Cina.  

"Sama seperti kita saat bicara dengan Cina. Tidak ada pembicaraan soal negara lain," kata Airlangga.

Airlangga juga telah melaporkan hasil Tim Negosiasi dalam melobi pemerintah AS soal tarif impor resiprokal. Dia mengatakan, misi diplomatik kali ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah AS.

Menurut dia, pemerintah dalam negosiasi itu, meminta tarif impor yang setara dengan negara-negara lain dalam ekspor komoditas utama Indonesia ke Amerika Serikat, seperti Vietnam atau Bangladesh. “Sehingga dengan yang lain kita ada equal level playing field. Kemudian kerja sama pendidikan dan sains juga kami dorong,” kata Airlangga.

Airlangga menekankan bahwa perundingan yang telah berjalan ini telah diikat dalam kerahasiaan melalui penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA). “Tidak dipublikasikan ke masyarakat atau pihak lain,” ujarnya.

Namun, Menteri Perindustrian 2016-2019 itu menyampaikan, proposal rencana Indonesia untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dengan cara melakukan transaksi yang seimbang antara ekspor dan impor ke AS mendapat apresiasi dari AS.

“Jadi mereka kan neraca perdagangannya sekitar US$ 19 miliar, maka kita berikan lebih dari US$ 19,5 miliar dalam bentuk jual beli langsung,” jata Airlangga.

Airlangga juga mengatakan bahwa ada perusahaan asal Indonesia yang berinvestasi di AS, yakni Indorama yang akan berinvestasi pada proyek Amonia Biru di Louisiana senilai US$ 2 miliar.

“Indorama perusahaan multi produk, mulai dari Purwakarta ekspansi ke berbagai negara termasuk AS. Mereka di AS punya pabrik PET, botol untuk minuman soft drink,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu