Pemerintah Sebut Angka Pengangguran Turun dan Tambah Serapan Lapangan Kerja
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memamerkan menurunnya angka tingkat pengangguran terbuka dan tambahan serapan tenaga kerja dalam Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).
Selain dihadiri secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, juga dihadiri oleh duta besar negara sahabat, pelaku dunia usaha, dana pensiun, asuransi, sekuritas, rating agency, juga para ekonom dan akademisi.
“Tingkat pengangguran terbuka turun 4,74% dan tambahan serapan tenaga kerja yang bekerja 2,71 juta orang sebagai hasil daripada realisasi investasi,” kata Airlangga dalam paparannya.
Airlangga mengatakan, momentum ini sesuai dengan rencana kerja pemerintah, yakni kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju.
Pada kesempatan yang sama, Airlangga mengatakan, target pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026 yakni 5,4% dengan potensi hingga 5,6%.
“Dengan sektor prioritas adalah pertanian, industri manufaktur, digital, dan energi,” kata dia.
Program Prioritas Jadi Sumber Pertumbuhan
Airlangga juga menegaskan, implementasi program prioritas Presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan program 3 juta rumah, diharapkan menjadi sumber pertumbuhan yang mampu menyerap tenaga kerja luas, akselerasi produktivitas, dan penggerak utama pendukung pembiayaan yang non-APBN, di antaranya melalui Danantara.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya merilis data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 4,74% atau turun 0,11% poin dibanding Agustus 2025.
Data BPS menunjukkan jumlah orang menganggur di Indonesia pada November 2025 mencapai 7,35 juta orang. Jumlah ini turun dibandingkan Agustus 2024 sebanyak 7,47 juta orang, tetapi naik dibandingkan Februari 2025 sebanyak 7,28 juta orang.
Adapun jumlah orang menganggur ini juga turun dibandingkan posisi bulan sebelumnya atau Agustus 2025 sebanyak 7,46 juta orang. BPS biasanya merilis data ketenagakerjaan periode Februari dan Agustus setiap tahunnya. Namun saat itu, BPS memberikan gambaran data ketenagakerjaan hingga November 2025.