Penumpang Pesawat Turun saat Angkutan Darat dan Laut Naik Jelang Ramadan

Katadata/Arief Kamaludin
Ilustrasi.
Editor: Agustiyanti
1/4/2026, 17.52 WIB

Pergerakan masyarakat menjelang bulan Ramadan 2026 menunjukkan tren berbeda antar moda transportasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terjadi kenaikan mobilitas pada angkutan darat dan laut, sedangkan mobilitas masyarakat dengan transportasi udara justru turun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, jumlah penumpang kereta api mencapai 43,27 juta orang atau naik 2,94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Kenaikan juga terjadi pada angkutan laut domestik yang mencapai 2,03 juta orang atau naik 0,15%, serta angkutan penyeberangan ASDP yang meningkat 1,49% menjadi 3,51 juta orang,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (1/4).

Berbeda dengan moda darat dan laut, jumlah penumpang angkutan udara mengalami penurunan. Penumpang domestik tercatat sebesar 4,08 juta orang atau turun 7,23% secara tahunan. Sementara itu, penumpang angkutan udara internasional juga menurun 4,71% menjadi 1,51 juta orang. 

Secara bulanan, BPS mencatat jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi mengalami penurunan. Ateng menjelaskan hal ini dipengaruhi oleh faktor musiman.

“Februari merupakan periode low season, jumlah hari juga lebih sedikit. Selain itu, masyarakat cenderung mengurangi perjalanan jauh di awal puasa untuk beradaptasi dengan pola makan dan istirahat, serta lebih fokus beribadah,” ujarnya.

Masyarakat, menurut dia, juga mulai mempersiapkan perjalanan mudik yang biasanya terjadi pada Maret, sehingga mobilitas jarak jauh belum meningkat signifikan.

Selain penumpang, BPS juga mencatat penurunan pada angkutan barang di sejumlah moda transportasi. Angkutan laut domestik tercatat mengangkut 38,77 juta ton barang atau turun 1,78% secara tahunan.

Sementara itu, angkutan barang menggunakan kereta api turun cukup dalam sebesar 19,74% menjadi 4,39 juta ton. Adapun angkutan udara domestik tercatat sebesar 50 ribu ton atau turun 4,62%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah