Artikel menjelaskan perbedaan mendasar antara data kemiskinan dan desil kesejahteraan, serta mengungkap dinamika di balik penurunan angka kemiskinan yang tampak sederhana.
BPS mengakui tingkat error klasifikasi desil DTSEN mencapai 23%, turun dari 37%. Kesalahan dipengaruhi metode, data tidak mutakhir, hingga kendala pemutakhiran di lapangan.
BPS catat penurunan angka penduduk miskin Indonesia, namun kriteria statistik ini berbeda dengan syarat akses jaminan kesehatan yang jadi masalah utama di lapangan.
BPS: desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan karakteristik sosial ekonomi, bukan ukuran absolut kemiskinan.
BPS menyebut perbedaan cakupan survei yang lebih komprehensif menjadi alasan indeks Literasi Keuangan Syariah pada 2026 tercatat lebih rendah daripada tahun sebelumnya.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57%, naik 2,93 poin persentase dibandingkan 2025 yang sebesar 66,64%.