Rupiah Melemah ke Rp 17.859 per US$, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menghitung pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).
19/8/2026, 09.33 WIB

Rupiah dibuka melemah 0,02% atau tiga poin ke level Rp 17.859 per dolar Amerika Serikat, berdasarkan data Bloomberg. Mata uang Garuda bahkan melemah ke level Rp 17.864 per dolar AS per pukul 09.10 WIB. 

Analis Doo Financial Lukman Leong menilai rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS pada hari in (18/8), karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia,” ujar Lukman.

Meski demikian, dia memperkirakan pelemahan rupiah relatif terbatas. Investor cenderung mengambil sikap wait and see menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) sore ini, sehingga pergerakan mata uang Garuda diperkirakan tidak terlalu agresif.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak ke level Rp 17.800 - Rp 17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana memperkirakan rupiah bergerak tipis dengan kecenderungan mengalami depresiasi hingga sekitar Rp 18.060 per dolar AS.

Menurut Fikri, terdapat sejumlah faktor yang membayangi pergerakan rupiah, mulai dari kekhawatiran terhadap meluasnya tensi geopolitik di Timur Tengah hingga aksi jual di pasar obligasi global.

“Faktornya kekhawatiran meluasnya tensi geopolitik Timur Tengah, bond sell-off yang terjadi secara global, wait and see jelang hasil RDG BI, serta mulai meningkatnya tensi politik domestik,” kata Fikri.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah