Menko Airlangga Bantah Ekonomi Lesu, Siapkan Bantuan Beras untuk Desil 1-4

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan pada konferensi pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Penulis: Mela Syaharani
27/8/2026, 18.20 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa kondisi perekonomian Indonesia sedang lesu. Menurutnya, ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang tinggi pada semester I.

“Ini salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir, jadi ekonominya (tumbuh) tinggi,” kata Airlangga saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Kamis (27/8).

Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dia juga menggunakan perkembangan industri otomotif sebagai salah satu indikator bahwa perekonomian Indonesia masih berjalan positif. Menurut Airlangga, penjualan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan kendaraan hybrid meningkat 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Jadi kalau kami lihat sebetulnya (kondisi) perekonomian masih berjalan sesuai jalur dan indeks keyakinan konsumen juga masih di atas 100,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah program untuk menjaga dan mendorong daya beli masyarakat. Salah satunya melalui bantuan beras yang ditujukan bagi masyarakat desil 1-4.

Desil merupakan pembagian kelompok kesejahteraan masyarakat dari urutan 1 hingga 10 berdasarkan pemetaan Badan Pusat Statistik (BPS) dan verifikasi Kementerian Sosial. Desil 1 menunjukkan kelompok masyarakat paling rentan, sedangkan desil 10 merupakan kelompok paling sejahtera.

“Jadi sebetulnya dari segi pasar domestik kita semakin dalam dan semakin kuat,” kata Airlangga.

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada kuartal II 2026. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang mencapai 5,5%.

Realisasi pertumbuhan kuartal II juga berada di bawah proyeksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 5,4%.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal II 2026 mencapai Rp3.447,7 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 secara tahunan tumbuh 5,29%, sedangkan jika dibandingkan kuartal I atau q to q tumbuh 3,63%,” ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8).

Secara semesteran, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Edy mengatakan pertumbuhan ekonomi secara kuartalan masih sejalan dengan pola musiman yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Adapun pertumbuhan pada kuartal II 2026 menunjukkan perbaikan dibandingkan capaian kuartal II 2025.

Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi mencatat pertumbuhan positif. Hanya sektor pertambangan dan musim yang mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lima lapangan usaha utama yang menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB nasional adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta pertambangan. Kelima sektor ini menyumbang sekitar 63,73% terhadap total PDB Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani