Menkeu Tegaskan Gaji ASN Ditransfer ke Rekening Bank, Tak Melalui Kopdes

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Prajurit TNI memarkirkan kendaraan milik Koperasi Merah Putih 15 Ulu di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026).
Penulis: Ade Rosman
Editor: Yuliawati
23/10/2026, 14.11 WIB

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan gaji aparatur sipil negara (ASN) disalurkan langsung tanpa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Pemerintah mendorong operasi perbendaharaan yang modern dan meningkatkan efisiensi.“Di dalam praktik kita lihat bahwa yang namanya kalau pembayaran gaji itu ya idealnya dari rekening kas umum negara langsung dibayarkan kepada rekening dari pegawai negeri sipilnya: PNS, TNI, Polri,” kata Suahasil, kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jumat (23/10).

Penyaluran gaji ASN akan disalurkan langsung melalui rekening kas umum negara kepada rekening penerima. Tak hanya gaji, Suahasil menyebut tunjangan kinerja (tukin) guru yang saat ini masih merupakan pegawai daerah pun turut dibayarkan secara langsung, bukan melalui Kopdes Merah Putih.

“Dari sejak beberapa waktu yang lalu sering kita sampaikan pembayaran langsung atas tunjangan profesi guru, langsung dari kas negara,” katanya.

Untuk menopang metode itu, Suahasil menuturkan pentingnya daftar nama dari seluruh ASN, TNI-Polri, termasuk datanya, juga bank penerima.

“Bukan hanya untuk pembayaran gaji yang sudah kita lakukan ini, bahkan untuk perlindungan sosial untuk Program Keluarga Harapan, program lainnya itu juga sudah ditransfer secara langsung,” kata Suahasil.

Ia tak menampik masih terdapat pembayaran yang belum ditransfer secara langsung. Pemerintah. Kata dia, tengah mengupayakan agar nantinya dapat ditransfer langsung menggunakan rekening perbankan.

“Jadi saya rasa ini jelas ya. Ini yang disebut dengan government-to-persons payment, G2P payment. Dan kita akan dorong operasi perbendaharaan kita menjadi makin modern dengan cara seperti itu. Saya rasa itu moga-moga lebih jelas yang dimaksud dengan apa namanya pembayaran gaji dengan bersifat G2P payment ini,” katanya.

Di sisi lain, bendahara negara juga menuturkan, saat ini pemerintah tengah mendorong agar setiap warga negara Indonesia memiliki rekening, bukan hanya ASN. Upaya itu dilakukan dengan wacana pembukaan rekening massal yang mana ditargetkan membuka untuk sekitar 25 juta masyarakat berusia di atas 17 tahun yang tergolong desil 1-4.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini juga mengatakan, penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN), termasuk PNS harus dilakukan dengan cara yang mudah dan transparan. Hal ini menanggapi kabar bahwa gaji PNS akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes.

“Yang penting, ASN itu mendapatkan hak secara mudah, transparan. Itu saja prinsipnya, jangan menyusahkan ASN,” kata Rini saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan usai Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (21/10).

Ketika ditanya apakah penyaluran gaji PNS melalui Kopdes akan mempersulit, Rini menjawab "saya tidak bilang seperti itu. Yang terpenting dimudahkan lewat mana saja. Saat ini penggajian mereka (ASN) sudah mudah."

Senada dengan Rini, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengatakan bahwa alur penggajian ASN jangan dipersulit. Menurutnya wacana gaji PNS lewat Kopdes masih sebatas opsi atau wacana yang perlu banyak dikaji.

“Karena selama ini kan sudah melalui perbankan. Jangan sampai mundur lah gitu kira-kira dan juga terutama jangan menyulitkan ASN juga,” kata Arya dalam kesempatan yang sama.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman