Hashim Bantah Narasi Indonesia Gelap akibat Terbebani Utang: Itu Bohong
Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo membantah narasi Indonesia gelap yang beredar di meda sosial. Narasi ini dikaitkan dengan besarnya beban utang pemerintah yang diperkirakan mencapai Rp 10.ooo triliun,
“Nah, Saudara-saudara, banyak yang persoalkan utang negara. ‘Indonesia gelap’ karena Indonesia dibebani utang. Ternyata itu bohong. Enggak ini, maaf ya. Di sosial media itu banyak bohong,” kata Hashim dalam acara Rapimnas Kadin Indonesia yang digelar di Jakarta, pada Kamis (29/10).
Hashim menyebut, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di kisaran 40% hingga 41% dari produk domestik bruto. Angka ini disebut lebih rendah dari sejumlah negara tetangga Indonesia.
“Menurut IMF dan Bank Dunia, utang negara kita termasuk yang paling rendah di dunia. Itu kenyataan. Malaysia 61% dari GDP, Vietnam 57%, Thailand 54%, Amerika 120%, Jepang 250%, China 268%, Indonesia 40%. Ini adalah kekuatan kita,” kata dia.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR), utang pemerintah hingga Juni 2026 mencapai Rp 10.293 triliun. Utang pemerintah didominasi SBN yang mencapai Rp 8.966 triliun, sedangkan dalam bentuk pinjaman mencapai Rp 1.327 triliun.
Adapun Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Agustus 2026 tercatat sebesar 459,3 miliar dolar AS, atau secara tahunan meningkat sebesar 5,6% (yoy). BI mencatat peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah penurunan ULN swasta.
Posisi ULN pemerintah hingga Agustus 2026 tercatat 220,9 miliar dolar AS atau naik 3,3% (yoy). Kemudian posisi ULN swasta hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 195,6 miliar dolar AS, atau terkontraksi sebesar 0,8% (yoy).