Defisit Neraca Perdagangan RI-Cina Melonjak Jadi US$ 21,29 M, Ini Pemicunya

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Ilustrasi.
Penulis: Agustiyanti
2/11/2026, 14.07 WIB

Badan Pusat Statistik mengumumkan, Indonesia kembali mencatatkan defisit neraca perdagangan terbesar dengan Cina  mencapai US$ 21,2 miliar sepanjang Januari-September 2026. Defisit ini bahkan melonjak 48,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 14,27 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, Cina masih menjadi mitra dagang utama Indonesia sepanjang tiga kuartal tahun ini, baik dari sisi ekspor maupun impor. Defisit neraca perdagangan dengan Cina terutama didorong oleh komoditas nonmigas yang mencapai US$ 21,99 miliar, naik dibandingkan tahun lalu US$ 15,56 miliar. 

"Surplus perdagangan terbesar terjadi dengan Amerika Serikat, sedangkan defisit perdagangan terdalam terjadi dengan Cina," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11). 

Ateng menjelaskan, Cina merupakan negara importir tersebar Indonesia. Impor nonmigas Indonesia dari Cina mencapai US$ 76,16 miliar, sedangkan ekspor Indonesia ke Cina hanya mencapai US$ 54,17 miliar.

Impor terbesar Indonesia dari Cina terdiri dari mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya mencapai US$ 16,33 miliar, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya US$ 16,03 miliar, serta plastik dan barang dari plastik US$ 4,31 miliar. 

Selain dengan Cina, defisit nonmigas terbesar juga dicatatkan Indonesia dengan Australia yang mencapai US$ 5,43 miliar dan Prancis US$ 2,08 miliar. 

Defisit neraca perdagangan dengan Australia terutama disumbang oleh logam milia dan perhiasan mencapai US$ 1,47 miliar, serelia US$ 920 juta, serta bahan bakar mineral US$ 900 juta. 

Sedangkan defisit neraca perdagangan dengan Prancis disumbangkan oleh kendaraan udara dan bagiannya US$ 1,45 miliar, instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis US$ 180 juta, serta mesin dan peralatan mekanis US$ 130 juta.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.