Banjir bandang yang melanda 18 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh pada akhir November 2025 lalu menyisakan material lumpur, batu hingga gelondongan kayu yang menumpuk di sejumlah titik.
Material yang terbawa arus air saat peristiwa bencana alam itu mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, sekolah, jalan, jembatan, rumah ibadah hingga fasilitas kesehatan.
Sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak di daerah terdampak, Pemerintah mengerahkan ekskavator untuk membersihkan kayu gelondongan dan lumpur yang menumpuk di aliran sungai di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (30/12/2025).
Alat berat tersebut juga digunakan untuk memindahkan material batu yang menimbun halaman dan bangunan masjid di wilayah Lampahan Timur, Bener Meriah, Rabu (31/12/2025). Berdasarkan data posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi sebanyak 287 unit rumah ibadah rusak akibat banjir bandang.
Sementara itu, TNI bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan masyarakat terus melakukan pembersihan fasilitas pendidikan yang terdampak di Aceh Utara dan Aceh Tengah.
Secara bahu-membahu prajurit TNI membersihkan gedung sekolah SD Negeri 9 Kebayakan, Aceh Tengah, Kamis (1/1/2026) dengan mengangkat lumpur dan menyemprotkan air ke ruang kelas untuk persiapan kegiatan belajar mengajar yang akan dimulai pada 5 Januari 2026.
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Prajurit TNI membersihkan lumpur di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Senin (29/12/2025). TNI mengerahkan 35.477 prajurit beserta alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung evakuasi, distribusi logistik, pemulihan infrastruktur, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat pascabencana banjir bandang serta tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Prajurit TNI membersihkan lumpur dan puing kayu di Mall Pelayanan Publik (MPP) Aceh Tamiang, Aceh, Senin (29/12/2025). TNI mengerahkan 35.477 prajurit beserta alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung evakuasi, distribusi logistik, pemulihan infrastruktur, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat pascabencana banjir bandang serta tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Relawan Arta Graha Peduli dengan menggunakan alat berat membersihkan lumpur dan gelondongan kayu di Vihara Co Su Kong, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Senin (29/12/2025). Data posko penanggulangan bencana hidrometeorologi Kabupaten Aceh Tamiang menyebutkan sebanyak 60 unit rumah ibadah rusak dan tertimbun lumpur akibat banjir bandang 26 November lalu.
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Relawan Arta Graha Peduli membersihkan lumpur di Vihara Co Su Kong, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Senin (29/12/2025). Data posko penanggulangan bencana hidrometeorologi Kabupaten Aceh Tamiang menyebutkan sebanyak 60 unit rumah ibadah rusak dan tertimbun lumpur akibat banjir bandang 26 November lalu.
ANTARA FOTO/Ampelsa
Pekerja menggunakan eskavator mengangkat kayu gelondongan yang menumpuk di daerah aliran sungai pascabanjir bandang di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (30/12/2025). Pemerintah mengerahkan sejumlah eskavator untuk membersihkan kayu gelondongan dan lumpur dalam rangka normalisasi sungai dan percepatan pemulihan daerah yang terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor di beberapa wilayah provinsi Aceh.
ANTARA FOTO/Ampelsa
Pekerja menggunakan eskavator mengangkat kayu gelondongan yang menumpuk di daerah aliran sungai pascabanjir bandang di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (30/12/2025). Pemerintah mengerahkan sejumlah eskavator untuk membersihkan kayu gelondongan dan lumpur dalam rangka normalisasi sungai dan percepatan pemulihan daerah yang terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor di beberapa wilayah provinsi Aceh.
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Alat berat yang dikerahkan pemerintah membersihkan lokasi dari material yang menimbun halaman dan bangunan Masjid Al Taqwa di Lampahan Timur, Bener Meriah, Aceh, Rabu (31/12/2025). Data sementara posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh menyebutkan sebanyak 287 unit rumah ibadah di 17 kabupaten/kota mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang serta longsor pada akhir November 2025.
ANTARA FOTO/Ampelsa
Prajurit TNI membersihkan lumpur di sekolah Madrasyah Ibtidaiyah Negeri-2 pascabanjir bandang di Desa Meunasah Bie, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (30/12/2025). Pemerintah Aceh menyatakan seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) semester genap tahun ajaran baru 2025/2026 akan dimulai 5 Januari 2026, termasuk di daerah yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor serta bagi gedung sekolah yang rusak berat menggunakan sarana darurat untuk proses belajar.
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Prajurit TNI membersihkan fasilitas pendidikan dari lumpur dan material pascabencana banjir serta tanah longsor di SD Negeri 9 Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh, Kamis (1/1/2026). TNI mengerahkan prajurit untuk membantu membersihkan infrastruktur pendidikan pascabencana untuk persiapan kegiatan belajar mengajar yang akan dimulai pada 5 Januari 2026.
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/YU
Warga memotong batang kayu yang terbawa tanah longsor saat pembersihan lahan dan pemukiman di Toweran Uken, Lut Tawar, Aceh Tengah, Aceh, Jumat (2/1/2026). Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir November 2025 di pemukiman pinggir Danau Laut Tawar itu telah mengakibatkan 115 unit rumah rusak dan 700 kepala keluarga mengungsi serta llahan pertanian tertimbun lumpur dan batang kayu.