Puing-puing bangunan sisa kebakaran masih terlihat di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi pedagang kini telah rata dengan tanah pascakebakaran yang menghanguskan 512 kios itu.

Di antara reruntuhan itu, sejumlah pedagang  nampak menggelar lapak dagangan dengan tenda dan terpal di pelataran pasar dekat Jalan Kyai Maja. Hal tersebut dilakukan karena pasar belum juga kunjung dibangun.

Sudah satu tahun lebih pedagang menanti janji Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merevitalisasi kembali Pasar Taman Puring setelah ludes dilalap sijago merah pada 28 Juli 2025 lalu.

"Kami mencari nafkah di pasar ini, kami menagih janji Pak Gubernur (Pramono Anung) dan berharap pasar segera dibangun secepatnya," kata salah satu pedagang, Syafii kepada Katadata.co.id, pada Senin (14/9).

Pria 48 tahun yang berjualan aksesoris jam tangan sejak 1993 di Pasar Taman Puring menyebut saat ini penjualan cenderung sepi. "Berkurang (pembeli), tidak seperti sebelumnya waktu ada pasar, tapi ada saja pemasukkannya," jelasnya.

Syafii dan sejumlah pedagang lainnya pun berharap kepada pemerintah untuk segera membangun Pasar Taman Puring yang legendaris dan telah berdiri sejak tahun 1970 ini agar kegiatan jual beli dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Fauza Syahputra