Aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah negara eropa mulai dari Prancis, Italia, Albania, Belgia hingga Portugal yang menuntut kebijakan penghematan, memprotes tingginya biaya hidup, ketimpangan hingga memburuknya layanan publik.
Aksi protes bermula di Prancis, yang diikuti oleh para siswa SMA dan mahasiswa, terkait kondisi pendidikan di negara itu. Protes kemudian membesar dan menjadi gerakan nasional hingga ribuan warga berunjuk rasa di berbagai kota di Prancis pada Sabtu (17/10).
Mereka menentang tingginya biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar, ketimpangan sosial, lemahnya belanja publik hingga penurunan standar hidup.
Demonstrasi yang awalnya berjalan dengan damai itu berujung bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi, penjarahan toko, serta kebakaran bangunan.
Sementara itu, di Milan, Italia, gelombang kerusuhan terbaru terjadi sehari setelah bentrokan pecah di pusat kota Milan dalam aksi protes menentang kenaikan biaya hidup.
Berdasarkan surat kabar La Repubblica, pada Minggu (18/10), sedikitnya 2.000 pemuda dilaporkan terlibat dalam aksi yang menyebabkan kerusuhan tersebut.
Di Albania aksi unjuk rasa digelar mahasiswa sejak Selasa (13/10) untuk memprotes tingginya biaya pendidikan, buruknya kondisi belajar, dan minimnya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang studi para lulusan.
Dalam protes tersebut, demondtran melemparkan batu, kembang api, dan bom molotov ke arah polisi serta gedung-gedung pemerintah. Polisi kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan meriam air.
Sebanyak 156 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam aksi unjuk rasa di ibu kota Albania, Tirana itu, termasuk 97 personel kepolisian.
Demonstrasi juga terjadi di Belgia pada Jumat (9/10) dengan sekitar 40 ribu pengunjuk rasa berpawai di jalan-jalan Brussel atas seruan berbagai serikat pekerja sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan penghematan pemerintah.
Adapun di Portugal, protes menentang kurangnya ketersediaan perumahan digelar di Alun-alun Rossio, Lisbon, Portugal, Sabtu (17/10). Pada aksi ini demonstran mendirikan tenda sambil mengangkat poster dan meneriakkan slogan tuntutan.
Mereka mendesak kepada pemerintah Portugal agar menerapkan pengendalian harga sewa, memperluas penyediaan perumahan publik serta mengatasi lonjakan harga properti yang sangat membebani para penyewa di seluruh negeri.
KYODO via Reuters Connect
Para demonstran menghadapi polisi antihuru-hara selama protes oleh siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Paris pada 6 Oktober 2026.
REUTERS/Jack Taylor
Pengunjuk rasa menggunakan kembang api di tengah bentrokan dalam aksi demonstrasi menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Paris, Prancis, Sabtu (17/10/2026). Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian unjuk rasa nasional yang digerakkan oleh gerakan "Rompi Kuning", yang turut diikuti oleh pelajar SMA dan mahasiswa, guru, serta orang tua murid yang menuntut perbaikan kondisi sekolah dan tindakan nyata dari pemerintah bersama dengan serikat pekerja, kaum buruh, petani dan pensiunan.
REUTERS/Abdul Saboor
Para pengunjuk rasa bertopeng menjarah sebuah swalayan Franprix di tengah demonstrasi yang dilakukan oleh para siswa sekolah menengah dan mahasiswa di Paris, Prancis, Selasa (13/10/2026). Aksi ini merupakan bagian dari gerakan protes berskala nasional yang dipimpin oleh para pelajar, serta didukung oleh para guru, orang tua siswa dan serikat pekerja yang menuntut perbaikan kondisi sekolah dan langkah-langkah nyata.
Alessandro Bremec/NurPhoto via Reuters
Kerusakan pada sebuah gerai Decathlon di Milan, Italia, Minggu (18/10/2026). Bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa dari kalangan pemuda dan polisi sehari setelah demonstrasi mahasiswa "Italia in Piazza" yang memprotes tingginya biaya hidup.
Le Pictorium via Reuters Connect
Pengunjuk rasa berdemonstrasi di Brussel, Belgia, Jumat (9/10/2026). Sekitar 40.000 pengunjuk rasa berpawai di jalan-jalan Brussel atas seruan berbagai serikat pekerja sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan penghematan pemerintah.
REUTERS/Florion Goga
Pengunjuk rasa melemparkan benda-benda ke dalam api yang sedang berkobar, sementara gumpalan asap hitam membumbung di tengah aksi protes anti pemerintah oleh para mahasiswa di Tirana, Albania, Rabu (14/10/2026). Aksi unjuk rasa mahasiswa ini untuk memprotes tingginya biaya pendidikan, buruknya kondisi belajar dan minimnya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang studi para lulusan.
Hugo Amaral/SOPA Images via Reuters Connect
Para pengunjuk rasa mengangkat poster dan meneriakkan slogan dalam sebuah aksi protes menentang kurangnya ketersediaan perumahan di Alun-alun Rossio, Lisbon, Portugal, Sabtu (17/10/2026). Demonstrasi tersebut bertujuan untuk mendesak pemerintah Portugal agar menerapkan pengendalian harga sewa, memperluas penyediaan perumahan publik, serta mengatasi lonjakan harga properti yang sangat membebani para penyewa di seluruh negeri.