CEO Zoho Shailesh Kumar Davey: Pasar Asia Tenggara Sangat Penting bagi Zoho
Pasar peranti lunak (software) di Asia Tenggara tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Riset Roland Berger menyebut nilai pasar peranti lunak dan layanan teknologi informasi di kawasan ini akan mencapai US$ 54 miliar (Rp 907,3 triliun, kurs Rp 16.800 per US$) pada 2028.
Pertumbuhan pesat di sektor ini terutama ditopang oleh peranti lunak berbasis komputasi awan (cloud-based software), seperti Software as a Service (SaaS), dengan ciri khasnya yang efektif dari sisi biaya, fleksibel, dan memiliki kemampuan untuk ditingkatkan, khususnya untuk kebutuhan usaha kecil dan menengah (UKM).
Raksasa teknologi dari India, Zoho Corporation, dan divisi manajemen teknologi informasinya, ManageEngine, melihat Asia Tenggara sebagai pasar potensial bagi pertumbuhan bisnis mereka. Mereka membuka kantor di Singapura pada 2012 sebagai hub di Asia Tenggara, disusul pembukaan kantor di negara-negara lainnya, termasuk Indonesia pada 2024. Kini, Asia Tenggara berada pada posisi sepuluh besar penyumbang pendapatan Zoho dan ManageEngine.
Jurnalis Katadata.co.id, Hari Widowati, berkesempatan mewawancarai Shailesh Kumar Davey, Co-founder dan CEO Zoho Corporation, dalam sesi one on one di ManageEngine Media Day 2026, yang diselenggarakan di Chennai, India, pekan lalu. Berikut petikan wawancaranya.
Pasar Asia Tenggara merupakan pasar yang memiliki tingkatan berbeda-beda dalam hal kematangan digital, regulasi, dan struktur. Bagaimana Zoho menyesuaikan strategi produknya agar sesuai dengan pasar di Asia Tenggara?
Ya, itu sebenarnya pertanyaan yang sangat penting. Di Asia Tenggara, meskipun ada banyak negara, masing-masing berada pada tingkat kematangan digital yang berbeda. Tetapi, ada satu tren di antara negara-negara Asia Tenggara ini di mana pemerintahannya mendorong transformasi digital. Jadi, di situlah perusahaan seperti Zoho berperan.
Yang kami temukan adalah di negara berkembang maupun negara berpenghasilan menengah, ada banyak fokus pada kematangan digital dan mereka mencari solusi yang sangat hemat biaya, memberikan nilai lebih, dan vendor yang mudah didekati serta bersedia mendengarkan pelanggan. Jadi, ini adalah beberapa faktor yang memudahkan negara berkembang untuk mengadopsi solusi dari Zoho.
Bagaimana pasar Asia Tenggara dibandingkan dengan pasar di kawasan lainnya?
Pasar yang tumbuh paling cepat bagi kami adalah wilayah seperti Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Meksiko. Jadi, ini juga menjadi area fokus kami. Untuk itu, di mana pun hal itu masuk akal, kami membangun pusat data. Kami melakukan yang terbaik untuk mematuhi peraturan dan regulasi setempat.
Sebagai perusahaan yang mendanai sendiri operasinya (bootstrap), bagaimana Anda melihat strategi jangka panjang untuk profitabilitas dan ekspansi yang cepat di Asia Tenggara, di mana para pesaing sangat mengandalkan penetapan harga yang agresif?
Jadi, satu hal yang pasti adalah kami selalu menjadi perusahaan swasta yang didanai sendiri dan hidup sesuai kemampuan kami. Jadi, ini adalah beberapa prinsip yang tidak dapat dinegosiasikan. Kami akan hidup sesuai kemampuan kami. Kami tidak akan meminjam modal eksternal.
Prinsip ini telah membantu Zoho dalam 30 tahun terakhir, terutama bahkan selama masa booming maupun krisis dalam siklus keuangan. Kami percaya bahwa dengan semua ini, ada kebijaksanaan dalam apa yang telah kami lakukan dan mudah-mudahan akan membantu kami melewati beberapa periode yang lebih sulit yang mungkin datang di masa depan. Jadi, itu satu hal. Mengenai penetapan harga yang agresif, jelas persaingan memvalidasi pasar. Jika Anda adalah satu-satunya pemain di pasar, Anda justru harus khawatir.
Kami percaya, pasar Asia Tenggara ini besar, banyak pesaing dapat eksis, dan jelas ada kerja sama serta persaingan. Semua ini terjadi dan kami umumnya mendengarkan pelanggan. Kami mencoba menjelaskan nilai kami dan itu telah membantu kami dalam jangka panjang.
Jadi, hal itu merupakan keunggulan kompetitif Anda dibandingkan dengan pesaing lain?
Hanya ada sedikit perusahaan multi-solusi teknologi seperti Zoho Corp. Sebagian besar pesaing unggul dalam satu atau dua bidang. Kami akan menjadi salah satu dari sedikit perusahaan, baik di Manage Engine maupun di Zoho, kami menawarkan solusi yang lengkap.
Jika Anda mengambil contoh Manage Engine, kami menawarkan solusi untuk manajemen operasi TI, manajemen layanan TI, manajemen keamanan, manajemen titik akhir, dan analitik TI. Jadi, kami memiliki tujuh hingga delapan solusi yang memenuhi kebutuhan departemen TI baik perusahaan menengah maupun besar. Jika Anda melihat persaingan, sangat sedikit orang yang memiliki cakupan seluas ini. Oke, itu adalah salah satu pembeda yang sangat besar.
Yang kedua adalah bagaimana kami mendekati pelanggan. Model seperti apa yang kami miliki? Jadi, semua ini adalah...Ini juga tentang fakta bahwa produk kami sangat efektif, hemat biaya.
Di Asia Tenggara, usaha kecil dan menengah (UKM) adalah kontributor utama bagi perekonomian. Banyak perusahaan masih dalam tahap awal adopsi cloud dan digital. Bagaimana Zoho beradaptasi dengan situasi ini?
Fokus awal kami adalah pada kantor kecil, kantor rumahan, usaha kecil dan menengah. Sekarang, kami melayani usaha kecil dan menengah serta perusahaan besar.
Tetapi, akar kami berasal dari usaha kecil dan menengah dan sebagian besar pelanggan kami adalah usaha kecil dan menengah.
Berapa besar kontribusi pasar Asia Tenggara terhadap pendapatan Zoho Corp, dan bagaimana Anda memperkirakan pasar ini akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan?
Saya rasa Asia Tenggara termasuk dalam sepuluh besar negara atau wilayah (yang berkontribusi terhadap pendapatan Zoho). Kami telah melihat pertumbuhan 20% hingga 30%, serta solusi cloud yang tumbuh lebih cepat. Itu lah mengapa kami memperluas kehadiran kami di berbagai pasar. Kami akan membuka kantor di Malaysia minggu depan, dan beberapa kantor sudah ada di Filipina, Singapura, dan Indonesia.
Jadi, di semua tempat ini kami akan membuka kantor agar kami memiliki perwakilan di lapangan, kami memiliki kehadiran lokal. Kami dapat bekerja sama erat dengan para mitra dan itu akan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi pelanggan. Jadi, semua ini kami lakukan karena kami melihat pertumbuhan di wilayah tersebut.
Kedaulatan data dan masalah privasi data menjadi perhatian setiap negara, pemerintah sekarang memiliki peraturan ketat tertentu untuk privasi data. Anda menyebutkan sebelumnya dalam presentasi Anda bahwa Zoho tidak menggunakan (memonetisasi) data pelanggan. Apakah hal ini akan membuat mereka lebih yakin menggunakan produk Anda?
Kami ingin mematuhi aturan lokal, jadi untuk itu kami telah membuka pusat data di berbagai negara. Seperti yang Anda sebutkan, kami tidak menggunakan data pelanggan. Semua ini memberi mereka kepercayaan dan itu telah menjadi salah satu alasan utama mereka menggunakan produk kami, bukan hanya karena solusi yang lebih baik, hemat biaya, nilai yang jauh lebih besar, dan sebagainya.
Hal-hal seperti privasi data, kedaulatan data, kami fokus pada itu. Semua ini telah membantu kami tumbuh di pasar Asia Tenggara.
Apakah Anda memiliki rencana investasi khusus untuk pasar Asia Tenggara?
Kami sedang mempertimbangkan untuk membuka pusat data dan memiliki banyak kantor lokal. Kami akan melakukan lebih banyak pemasaran, merekrut lebih banyak mitra, melatih mereka, serta meminta mereka untuk bekerja dengan pelanggan yang mereka kenal. Jadi, Asia Tenggara benar-benar pasar yang penting, sangat penting bagi Zoho. Itu juga menjelaskan kehadiran Anda di sini.