Indonesia merupakan salah satu negara dengan performa daya saing terbaik setelah masa pandemi Covid-19. Namun, peringkat Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara anjlok imbas dari perang tarif.
Mungkin ASEAN perlu belajar dari kesalahan Eropa. Bukan dengan menolak ekspansi, tapi dengan memastikan bahwa setiap perluasan disertai mekanisme yang mencegah intervensi kekuatan besar.
Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam menjadi penerima dana investasi dari Cina, Jepang, Korsel, dan Australia dalam transisi energi menuju energi bersih.
Cina melakukan pendekatan pada sejumlah negara mitra dagangnya di tengah ketegangan hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat. Namun, Indonesia tak masuk daftar kunjungannya.
Industri semen Indonesia mengharapkan pemerintah melanjutkan proyek infrastruktur meski program pembangunan tiga juta rumah tidak cukup mendongkrak utilisasi produksi semen nasional.
Menteri Perdagangan Budi Susanto mengidentifikasi peluang bisnis lintas negara akibat kebijakan baru Presiden AS, Trump, yang mendorong perusahaan tertentu merelokasi ke Asia Tenggara.
Startup Indonesia meraih 9 penghargaan termasuk 4 emas di ASEAN Digital Awards 2025 di Bangkok, menunjukkan pertumbuhan ekosistem digital yang kompetitif di Asia Tenggara.
Reku, platform pertukaran kripto dan saham-saham Amerika Serikat (AS), menilai pasar Indonesia masih punya potensi besar yang belum tergarap. Ada produk derivatif kripto yang disiapkan.
Kebijakan proteksionis Trump berpotensi meningkatkan tarif impor terutama dari Cina, memicu ketidakstabilan perdagangan global dan mendorong relokasi industri ke Asia Tenggara.