Erick Tekankan Dukungan BUMN di Piala Dunia U-20 Harus Sesuai Aturan
Indonesia tengah bersiap untuk menyelenggarakan acara olahraga internasional Piala Dunia U-20 FIFA pada Mei-Juni mendatang. Sebagai tuan rumah, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berupaya mempersiapkan acara tersebut dengan matang.
Sebagai Ketua Umum PSSI yang juga merangkap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memastikan bahwa pelaksanaannya akan dilakukan secara transparan dan profesional. Hal ini menjawab pertanyaan terkait bentuk dukungan BUMN terhadap turnamen tersebut.
Erick menekankan, dukungan BUMN di Piala Dunia U-20 2023 harus sesuai aturan yang ada.
"Tidak ada hubungannya BUMN dengan membangun sepak bola, tetapi apakah korelasinya bisa disinergikan? Bisa saja. Tetapi semua di bawah payung-payung hukum negara. Jadi pasti ada aturannya," ujar Erick.
Sebelumnya diberitakan, pelaksanaan Piala Dunia U-20 membutuhkan biaya yang besar. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2020 mengungkap, renovasi stadion yang akan digunakan dalam turnamen tersebut membutuhkan biaya Rp 400 miliar.
Sementara, Kementerian Pemuda dan Olahraga pada pertengahan tahun 2022 mengajukan tambahan anggaran untuk pelaksanaan sejumlah program, termasuk Piala Dunia U-20. Disebutkan, anggaran tambahan untuk turnamen tersebut sebesar Rp 500 miliar.
Adapun, Indonesia memastikan gelaran internasional ini akan dilakukan secara meriah. Ini mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo yang menginginkan adanya perayaan dalam acara pembukaan.
Sebelumnya, acara digelar secara sederhana dengan hanya melakukan pertandingan perdana. Namun, kemudian FIFA sudah memberikan izin untuk melakukan perayaan pembukaan.
Dikutip dari Detik.com, Erick mengatakan BUMN memiliki payung hukum untuk mendukung 17 cabang olahraga, termasuk sepak bola. Namun, ia memastikan semuanya dilakukan secara profesional dan transparan.
"Jadi kalau nanti dikomunikasikan 'Oh ini Menteri BUMN, karena kebetulan Ketua Umum PSSI, hanya support sepakbola saja'. Salah besar,” katanya.