Konsultasi Kesehatan Mental Melonjak di 2026, Didominasi Kasus Kecemasan
Jakarta — Kesadaran soal kesehatan mental terbukti makin meningkat berupa kenaikan angka konsultasi kejiwaan. Pasian di usia muda, terutama kaum perempuan, amat dominan.
Hal itu terungkap dalam Indonesia Health Insights Report Q4 2026 bertajuk 'Indonesia's Mental Health Landscape' yang dirilis Halodoc, yang juga terkait dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati tiap 10 Oktober. Data diperoleh dari data konsultasi di platform pada periode 2022 sampai paruh pertama 2026.
"Di balik setiap angka dalam laporan ini, ada cerita nyata dari masyarakat yang akhirnya berani mencari bantuan profesional, di mana mereka semakin terbuka di beberapa tahun terakhir untuk berkonsultasi," ungkap Miki Amrilya Wardati, Mitra Psikolog Halodoc, dalam keterangannya.
Menurutnya, "Konsultasi ke psikolog atau psikiater bukan tanda kita kalah dengan situasi. Justru, semakin cepat konsultasi dengan tim profesional, semakin ringan proses penyembuhannya."
Riset Halodoc mencatat 1 dari 15 konsultasi kesehatan di platform saat ini terkait kesehatan mental, atau naik 8,1% dibandingkan tahun 2022. Menariknya, hampir dua pertiga dari peningkatan ini datang dari pasien yang baru pertama kali mencoba konsultasi. Hal ini menandakan stigma yang mulai luntur dan keberanian masyarakat untuk mengambil langkah pertama untuk mencari bantuan profesional.
Riset Halodoc juga melaporkan 90,7% konsultasi didominasi oleh pengguna dengan kelompok usia produktif 18–34 tahun.
Data yang sama juga mengungkap konsultasi kesehatan mental pada paruh pertama tahun 2026 didominasi oleh kaum perempuan (83,3%). Tren dominasi perempuan ini stabil sejak 2022 (81,6% sampai 84,7%).
Menariknya, perbandingan antara pasien perempuan dan laki-laki dalam konsultasi kesehatan mental berubah secara sistematis seiring bertambahnya usia. Proporsi perempuan secara konsisten menurun pada setiap kelompok usia yang makin menua.
Pada kelompok usia 18–24 tahun, perempuan mencakup 87,9% dari total konsultasi. Angka tersebut turun secara bertahap menjadi 81,5% untuk kelompok usia 25–34 tahun, 69,9% untuk usia 35–44 tahun, 58,8% untuk usia 45–54 tahun, dan turun hingga 57,1% untuk kelompok usia 55 tahun ke atas.
Selisih antara kelompok usia termuda dan tertua mencapai lebih dari 30 poin persentase. Kedua dinamika ini saling memperkuat satu sama lain:
● Kelompok usia dengan representasi perempuan tertinggi juga merupakan kelompok yang mengalami pertumbuhan tercepat (18–24 tahun, +8,7%)
● Sebaliknya, kelompok usia dengan komposisi gender yang paling seimbang justru mengalami stagnasi atau penurunan (45–54 tahun, -1,1%)
Halodoc juga menyebut gangguan ansietas (kecemasan) menjadi diagnosis tertinggi dalam konsultasi kesehatan mental sepanjang semester I 2026, yakni mencapai 31,6% dari total konsultasi, atau tumbuh 47,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Setiap kelompok usia juga punya tantangan psikologis yang berbeda, sehingga penting bagi masyarakat untuk mengenali perubahan emosi dan perilaku sejak dini, sebelum kondisinya memburuk,” kata Miki.
Segerakan untuk konsultasi
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi gangguan kesehatan jiwa secara global ada di angka 1 per 8 orang hingga 1 per 10 orang . Dengan jumlah penduduk di Indonesia mencapai 280 juta, diperkirakan terdapat 28 juta penduduk Indonesia mengalami masalah kejiwaan.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI sepanjang 2025–2026 mencatat hampir 10% anak dan remaja Indonesia terindikasi mengalami gejala kecemasan dan depresi . Data ini menggambarkan kenyataan di lapangan, gangguan kesehatan mental yang dapat dialami oleh semua lapisan masyarakat.
“Memahami situasi hari ini, Halodoc turut menghadirkan perspektif dari sisi layanan kesehatan digital melalui perilisan Indonesia Health Insights Report untuk memberikan wawasan, edukasi, dan laporan berbasis data terpercaya (data-led) yang dapat dijadikan referensi bagi berbagai pihak," tutur Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.
"Sehingga harapannya dapat mendukung pemetaan pola akses layanan kesehatan mental masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan, meningkatkan kesadaran kesehatan mental yang lebih luas, dan membantu masyarakat Indonesia mengambil langkah pertama yang benar-benar dibutuhkan, khususnya saat memerlukan bantuan profesional.”
Halodoc juga mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak menunda langkah mencari bantuan profesional ketika mengalami tanda-tanda gangguan kesehatan mental, sekaligus mendorong perusahaan untuk lebih aktif mengomunikasikan manfaat kesehatan mental yang telah tersedia dalam polis karyawan mereka.
"Kami berharap ekosistem layanan kesehatan digital yang kami hadirkan bisa membantu lebih banyak masyarakat Indonesia dan membuat mereka merasa tidak sendirian saat menghadapi masa-masa berat,” kata Fibriyani.
Miki juga membagikan tips dalam menjaga kesehatan mental bagi setiap individu, yang dapat dilakukan secara mandiri, yakni:
● Kenali apa yang sedang dialami dan dirasakan oleh diri tubuh
● Jaga kebutuhan dasar tubuh
● Tetap terhubung dengan orang lain
● Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang bermakna, walaupun sederhana
● Kenali kriteria yang menggambarkan kondisi tidak sehat mental
● Jangan menunggu kondisi semakin berat, untuk mendapatkan bantuan professional