Perkuat Ekosistem Perfilman, LOFF Gelar Malam Anugerah 2026

Lawang Sewu Short Film Festival
26/10/2026, 12.11 WIB

Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 menggelar Malam Anugerah di TBRS, Semarang, sebagai puncak perayaan karya sineas Indonesia.

Mengusung semangat “Seribu Pintu Menuju Sinema Dunia, Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia,” festival ini menjadi ruang apresiasi bagi beragam gagasan, perspektif, dan kreativitas dalam film pendek.

Gelaran apresiasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang ini memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori, mulai dari Penulis Skenario Terbaik, Penyunting Terbaik, Pemeran Terbaik, Sutradara Terbaik, hingga Film Pendek Terbaik.

Malam Anugerah ini juga melibatkan sejumlah tokoh perfilman nasional, di antaranya Hanung Bramantyo, Yandy Laurens, Aline Jusria, Ardian Parasto, dan Nirina Zubir.

Kehadiran para praktisi tersebut memperkuat peran LOFF sebagai ruang pertemuan antara sineas, karya, dan perspektif dalam perkembangan sinema Indonesia.

Perayaan LOFF 2026 turut dimeriahkan oleh penampilan Celyna Grace, Yuda Leo Betty, Alfa Bintang Orchestra, Mahardhi Project, dan Gratia Choir.

Kolaborasi musik, vokal, dan tari tersebut menjadi bagian dari pertunjukan pembuka yang mengangkat berbagai ikon dan identitas Kota Semarang ke atas panggung.

Selain kompetisi film pendek, LOFF 2026 menghadirkan Lawang Sewu Film Fund, program pengembangan ide cerita melalui workshop, mentoring, dan final pitching, yang memberikan dukungan pendanaan produksi sebesar Rp50 juta bagi ide cerita terpilih.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan bagi sineas untuk membawa gagasan mereka menjadi karya film.

LOFF 2026 juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Cinema XXI Tentrem Mall sebagai Official Cinema Screening LOFF 2026 atas dukungannya dalam menghadirkan karya-karya film kepada penonton melalui ruang pemutaran sinema.

Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses apresiasi terhadap karya sineas serta mendekatkan film pendek kepada masyarakat.

Melalui LOFF, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memperkuat ekosistem perfilman melalui apresiasi, pembinaan, dan dukungan produksi. Festival ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi talenta kreatif sekaligus membuka jalan bagi cerita-cerita dari Indonesia untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

LOFF 2026 menegaskan bahwa Semarang bukan hanya menjadi tempat perayaan sinema, tetapi juga ruang bagi lahirnya gagasan dan kolaborasi yang membawa perfilman Indonesia menuju panggung dunia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.