Aksi Tanam 60.321 Pohon di Kudus, Hasil Konversi Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Katadata
Penanaman pohon oleh Djarum Foundation di Desa Japan yang berlokasi di lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
11/2/2026, 11.36 WIB

Djarum Foundation menanam 60.321 bibit pohon di Desa Japan, lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 10 Februari 2026. Penanaman ini merupakan hasil konversi capaian program tahunan One Action One Tree (OAOT) 2026 yang digagas komunitas Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) binaan Djarum Foundation.

Selama enam tahun berjalan, program OAOT mengajak peserta mengadopsi gaya hidup aktif yang berdampak bagi lingkungan. Sebanyak 650 peserta terlibat dalam berbagai aktivitas seperti berlari, bersepeda, bermain padel, serta mengampanyekan kepedulian lingkungan melalui media sosial.

Dari rangkaian aktivitas tersebut tercatat total jarak tempuh bersepeda 67.941 kilometer, lari 31.051 kilometer, 3.114 smash padel, serta 525 konten edukasi lingkungan di Instagram. Seluruh capaian kumulatif itu kemudian dikonversi menjadi 60.321 bibit pohon yang ditanam di lereng Gunung Muria.

Penanaman ini juga bekerja sama dengan kelompok tani setempat yang mengembangkan tanaman kopi dan buah. Dua pohon pertama yang ditanam dalam aksi ini adalah durian varietas musang king dan bawor, yang diharapkan bisa memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Direktur Komunikasi Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, mengatakan OAOT dirancang untuk menghubungkan gaya hidup generasi muda dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. “OAOT berangkat dari keyakinan bahwa aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dan kolektif dapat memberikan dampak berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini juga berkolaborasi dengan Peka Muria, yayasan konservasi alam lereng Muria yang aktif sejak 2021. Dengan dukungan 20 relawan, yayasan ini secara konsisten melakukan penanaman dan perawatan pohon di kawasan tersebut.

Ketua Peka Muria, Teguh Budi Wiyono, menyatakan dukungan bibit dari Djarum Foundation membantu memperluas area penghijauan sekaligus menjawab kekhawatiran atas kondisi alam lereng Muria.

“Harapannya, pohon-pohon ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi petani. Supaya Muria tetap lestari dan tetap menghidupi,” ujarnya.

OAOT pertama kali dimulai pada 2020 dengan penanaman pohon di lereng Gunung Patiayam yang meliputi wilayah Kabupaten Pati dan Kudus. Jika membandingkan citra satelit Google Earth tahun 2019 dan 2024, terlihat peningkatan tutupan vegetasi atau tutupan pohon yang lebih baik di kawasan tersebut. Ini menjadi indikator dampak jangka panjang dari program ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.