Maybank Marathon 2026 menghimpun donasi sebesar Rp933,71 juta melalui program Maybank Marathon Run for Charity (MMRFC). Nilai donasi yang terkumpul meningkat 29 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Program tersebut melibatkan 35 pelari bersama enam mitra keberlanjutan. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada penerima manfaat melalui masing-masing mitra.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas dampak Maybank Marathon di luar penyelenggaraan lomba.
Ia pun menjelaskan, Maybank Marathon dibangun bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai platform yang mempertemukan semangat berlari dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
"Maybank Marathon Run for Charity menunjukkan bagaimana partisipasi para pelari dapat menghasilkan dampak sosial yang nyata. Semangat kolaborasi inilah yang ingin terus kami perkuat sejalan dengan misi Bank, ‘Humanising Financial Services’,” ujar Steffano dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (30/9).
Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa sebelumnya digelar di Bali pada 23 Agustus 2026. Selain penggalangan donasi, Maybank Indonesia menjalankan sejumlah program keberlanjutan yang melibatkan peserta hingga masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Target Netral Karbon 2030
Pada aspek lingkungan, Maybank Marathon tahun ini menghadirkan Jejak Hijau Runner. Para pelari tersebut bertindak sebagai pacer kelompok akhir pada kategori Marathon sub-6 jam 30 menit dan sub-7 jam.
Selain membantu peserta menjaga ritme untuk menyelesaikan lomba sebelum cut-off time, Jejak Hijau Runner turut mengambil sampah yang ditemukan di sepanjang rute.
Program tersebut menjadi bagian dari gerakan Jejak Hijau Maybank Marathon yang diarahkan untuk mengurangi dampak lingkungan dari penyelenggaraan lomba. Maybank Indonesia menargetkan penyelenggaraan Maybank Marathon mencapai netral karbon pada 2030.
Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska menuturkan, keterlibatan pelari menjadi bagian dari upaya membangun penyelenggaraan maraton yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Ia juga menjelaskan, melalui Jejak Hijau Runner, pihaknya ingin menunjukkan bahwa setiap pelari dapat mengambil bagian dalam perjalanan sustainability Maybank Marathon.
"Kehadiran mereka di lintasan bukan hanya membantu pelari lain mencapai garis finis, tetapi juga membawa semangat untuk menjaga lingkungan di sepanjang perjalanan. Inilah semangat kolektif yang ingin terus kami bangun menuju Maybank Marathon Netral Karbon 2030,” kata Maria.
Upaya pengurangan emisi tersebut mengacu pada hasil pengukuran jejak karbon Maybank Marathon 2025. Saat itu, emisi penyelenggaraan tercatat mencapai 4.336 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂e).
Sebagian besar emisi berasal dari aktivitas pelari, terutama penggunaan transportasi dan akomodasi. Hasil pengukuran tersebut kemudian menjadi baseline dalam penyusunan Roadmap Jejak Hijau.
Pada penyelenggaraan 2026, upaya pengurangan emisi dilakukan antara lain melalui optimalisasi layanan shuttle, penggunaan kendaraan listrik, serta pengelolaan sumber daya dan limbah.
Program lingkungan juga diperluas ke masyarakat sekitar lokasi penyelenggaraan. Maybank Indonesia bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia melanjutkan program Desa Sanding Bebas Emisi melalui pemetaan emisi dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas.
Sementara itu, pada aspek sosial dan inklusivitas, Maybank Marathon memberikan dukungan terhadap Piduh Charity Café bersama Yayasan Widya Guna. Program tersebut menjadi ruang pemberdayaan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak dan pemuda berkebutuhan khusus.
“Perjalanan menuju Maybank Marathon Netral Karbon 2030 tidak dapat kami lakukan sendiri. Kolaborasi dan partisipasi menjadi kunci agar setiap penyelenggaraan dapat menghasilkan kemajuan yang terukur,” ujar Maria.