Robert Francis Prevost merupakan kardinal asal Chicago yang berhasil menjadi paus. Ia terpilih melalui pemilihan yang disebut konklaf, secara tertutup di Kapel Sistina, Vatikan. Diketahui bahwa ia menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025.
Informasi sementara, Robert digadang memilih nama kepausannya, yaitu Leo XIV. Cepat atau lambat, sosoknya akan dikenal dengan nama resmi tersebut. Layaknya paus-paus terdahulu, Robert memulai karier keagamaannya dari bawah, yakni Imamat. Ketekunannya berhasil membawa Robert sebagai kardinal, sebelum terpilih sebagai Paus.
Sebagai pemimpin umat Katolik, Robert dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan sarat ilmu keagamaan. Di samping itu, naiknya Robert sebagai paus juga menjadi perhatian dunia. Pasalnya, ia menjadi catatan sejarah sebagai paus asal Amerika Serikat, untuk pertama kalinya.
Sudah disebutkan sebelumnya, Robert terpilih melalui proses konklaf yang memang dikenal ‘tertutup.’ Perhelatan ini dihadiri oleh seluruh kardinal dunia yang terkurung di dalam ruangan dan akan selesai ketika paus baru sudah terpilih.
Kandidat paus diambil dari kardinal-kardinal yang turut hadir. Sementara yang boleh memberikan suara hanya mereka yang berusia di bawah 80 tahun. Ketika cerobong asap Kapel Sistina mengeluarkan asap hitam, artinya paus belum terpilih. Sementara asap berwarna putih menunjukkan paus yang baru sudah terpilih.
Terkait dengan itu, berikut pembahasan lebih lanjut tentang jenjang jabatan rohani Robert Francis Prevost hingga menjadi paus. Secara garis besar, ia memiliki perjalanan karier yang cemerlang serta menggambarkan ketekunan. Selengkapnya, simak tulisan di bawah ini.
Jenjang Jabatan Rohani Robert Francis Prevost
1. Imamat (Order of Saint Augustine – O.S.A.)
Robert Francis Prevost mengawali perjalanan rohaninya dalam kehidupan imamat dengan menjadi anggota dari komunitas religius yang berakar pada ajaran Santo Agustinus. Komunitas ini terdiri dari para biarawan Katolik yang menempuh hidup berdasarkan pedoman spiritual yang ditetapkan oleh tokoh suci tersebut.
Dalam peranannya sebagai imam dari tarekat religius, ia tinggal bersama komunitas seiman, menjalani ritme kehidupan yang diwarnai doa dan pelayanan. Ia mendedikasikan dirinya untuk kegiatan pewartaan, pengajaran, serta tugas-tugas kerasulan lainnya.
2. Uskup (Episcopal Ordination)
Beberapa waktu setelah menjalani pelayanannya, Prevost memperoleh tugas baru yang lebih besar dalam hirarki Gereja Katolik. Ia dipercayakan peran sebagai pemimpin rohani setingkat tinggi, yakni uskup.
Jabatan ini menempatkannya dalam garis suksesi apostolik, yakni kesinambungan spiritual dari para rasul Kristus, dengan mandat penuh untuk membimbing umat dalam lingkup keuskupan tertentu. Di masa pengabdiannya, Prevost ditugaskan memimpin komunitas Katolik di Chiclayo, sebuah wilayah gerejawi di Peru. Di sana, ia membina para klerus, melaksanakan ritus pentahbisan, membagikan sakramen suci, serta menyebarluaskan ajaran iman Katolik.
3. Uskup Agung dan Pejabat di Vatikan
Tahun 2023 menjadi tonggak penting dalam perjalanan rohani Robert Prevost ketika Paus Fransiskus menetapkannya untuk memegang posisi strategis di jantung pemerintahan Gereja Katolik. Ia mengemban posisi kepala lembaga yang bertugas menangani segala hal terkait para uskup dunia.
Sebagai bentuk penghormatan atas amanah yang ia emban, ia dianugerahi gelar uskup agung secara personal. Penunjukan ini mencerminkan besarnya pengaruh dan tanggung jawab yang kini ia sandang dalam mengarahkan arah pastoral dan kepemimpinan global Gereja Katolik.
4. Kardinal
Pada tahun yang sama, Robert Prevost diangkat oleh Paus Fransiskus ke posisi penting dalam Gereja, menjadi bagian dari kelompok penasihat utama Paus. Sebagai kardinal, ia juga berhak memilih Paus baru jika usianya di bawah 80 tahun.
Sebagai kardinal, ia tidak hanya berperan sebagai penasihat, tetapi juga mengelola urusan penting di Vatikan dan membantu menentukan kebijakan Gereja secara global. Kini, ia dikenal sebagai Kardinal Robert Francis Prevost dan termasuk dalam tingkatan Kardinal-Bishop yang tertinggi.
5. Paus
Kardinal Robert Prevost dipilih menjadi Paus setelah konklaf yang berlangsung di Vatikan. Usai proses pemungutan suara oleh para kardinal, asap putih muncul dari cerobong Kapel Sistina, menandakan terpilihnya Paus baru.
Kemudian, Kardinal Protodiakon mengumumkan dari balkon Basilika Santo Petrus bahwa Kardinal Robert Prevost, yang berasal dari Amerika Serikat, telah dipilih sebagai Paus ke-267. Ia memilih nama Paus Leo XIV, sebuah momen bersejarah karena ia menjadi Paus pertama dari Amerika Serikat.
Profil Singkat Robert Francis Prevost
Robert Francis Prevost lahir di Chicago, Illinois, pada 14 September 1955. Ia melanjutkan studinya di Universitas Villanova, di mana ia memperoleh gelar sarjana dalam filsafat. Setelah itu, ia bergabung dengan Ordo Santo Agustinus dan ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1987.
Sebelum dipilih menjadi Paus, Kardinal Prevost memimpin Keuskupan Chiclayo, Peru, sejak 2015. Pengalamannya yang luas dalam pelayanan gerejawi dan kepemimpinan internasional dianggap sebagai faktor kunci dalam pemilihannya untuk menjadi penerus Paus.
Sebagai Paus Leo XIV, ia diharapkan memberikan perspektif global yang segar bagi Gereja Katolik. Latar belakangnya sebagai misionaris dan pemimpin ordo religius diharapkan membuatnya fokus pada penginjilan, keadilan sosial, serta persatuan umat Katolik di seluruh dunia.
Demikian pembahasan mengenai jenjang jabatan rohani Robert Francis Prevost atau yang akan dikenal dengan nama Paus Leo XIV. Meski belum resmi dilantik, ia sudah resmi terpilih dan menyapa umat sesaat setelah konklaf selesai dilaksanakan.