Strategi Trading Crypto yang Cocok untuk Pemula, Kenali Manajemen Risikonya

Unsplash
Strategi Trading Crypto yang Cocok untuk Pemula
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
15/9/2026, 18.10 WIB

Bagaimana strategi trading crypto yang cocok untuk pemula? Memulai trading aset crypto membutuhkan strategi yang terukur, terutama bagi investor yang masih pemula. Strategi trading crypto yang cocok untuk pemula sebaiknya tidak berorientasi pada keuntungan cepat, tetapi menekankan pemahaman pasar, pengelolaan modal, serta pengendalian risiko.

Pengaturan dan pengawasan aset kripto telah beralih dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK dan Bappebti secara resmi mengakhiri masa transisi pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset crypto, pada Januari 2026. 

Langkah-langkah Trading Kripto untuk Pemula

Bagi pemula, memahami langkah-langkah trading crypto menjadi hal penting sebelum mulai membeli dan menjual aset digital. Berikut langkah-langkahnya:

1. Tentukan Platform Terpercaya 

Langkah pertama yaitu memilih platform terpercaya. Pertimbangkan aspek keamanan, kemudahan penggunaan, serta tingkat likuiditas sebelum menentukan pilihan.

2. Buat dan Verifikasi Akun

Setelah menemukan exchange yang sesuai, lakukan pendaftaran akun. Selanjutnya, selesaikan proses verifikasi identitas dengan mengikuti persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh platform.

3. Isi Saldo Trading

Berikutnya, masukkan dana ke dalam akun trading melalui metode pembayaran yang disediakan. Pilihannya dapat berupa transfer bank, dompet digital, atau metode pembayaran lain yang tersedia pada platform.

4. Mulai Melakukan Trading

Apabila dana sudah tersedia, Anda dapat mulai membeli maupun menjual aset kripto berdasarkan strategi yang telah dipilih. Pastikan setiap transaksi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan risiko yang mungkin terjadi.

Strategi Trading Crypto yang Cocok untuk Pemula

Strategi Trading Crypto yang Cocok untuk Pemula (Unsplash )

Berikut beberapa strategi trading crypto yang cocok untuk pemula. Strategi ini bukan jaminan keuntungan karena harga aset crypto dapat bergerak sangat cepat. Berikut beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan melansir dari Indodax.com:

1. Buy and Hold

Strategi ini tergolong sederhana. Trader membeli aset kripto kemudian menyimpannya dalam periode tertentu dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai aset dalam jangka panjang.

2. Trading Mengikuti Tren

Strategi ini memanfaatkan arah pergerakan harga sebagai acuan. Trader dapat menggunakan analisis teknikal sederhana, seperti garis tren atau moving average, untuk menentukan waktu membeli ketika harga berada dalam tren naik dan menjual ketika tren mulai menurun.

3. Dollar Cost Averaging (DCA)

Strategi DCW dilakukan dengan membeli aset kripto secara rutin menggunakan nominal yang telah ditentukan. Cara ini dapat membantu mengurangi dampak fluktuasi harga karena pembelian dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus.

Namun, DCA bukan berarti bebas risiko. Apabila harga aset terus turun atau aset yang dipilih memiliki fundamental buruk, nilai investasi tetap dapat mengalami kerugian.

4. Pelajari Support dan Resistance

Support dan resistance merupakan konsep dasar analisis teknikal. Support dapat digunakan untuk mengidentifikasi area ketika tekanan jual berpotensi melemah, sedangkan resistance menunjukkan area ketika tekanan jual berpotensi meningkat.

Pemula sebaiknya tidak menggunakan satu indikator saja. Pelajari terlebih dahulu pergerakan harga, volume perdagangan, tren, serta beberapa indikator teknikal dasar sebelum mengambil keputusan.

5. Buat Jurnal Trading

Catat alasan membeli atau menjual, harga masuk, target, batas kerugian, hasil transaksi, dan kondisi pasar. Jurnal membantu pemula mengevaluasi apakah keputusan dibuat berdasarkan analisis atau justru emosi.

Manajemen Risiko Trading Crypto 

Secara umum, manajemen risiko dalam investasi crypto merupakan serangkaian langkah yang dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian, sekaligus menjaga kondisi portofolio tetap terkendali. Mengingat aset crypto memiliki tingkat volatilitas yang tinggi, penerapan manajemen risiko perlu dilakukan secara disiplin dan terencana. Berikut manajemen Risiko trading crypto:

1. Menentukan Batas Kerugian dengan Stop Loss

Stop loss merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk membatasi kerugian dalam trading. Investor menentukan level harga tertentu sebagai batas keluar dari posisi apabila pergerakan harga tidak sesuai dengan perkiraan.

Sebagai contoh, jika sebuah aset dibeli pada harga Rp 9.000, investor dapat menetapkan batas stop loss pada Rp8.700. Ketika harga mencapai level tersebut, posisi dapat ditutup untuk membatasi kerugian. Strategi ini membantu mencegah kerugian semakin besar apabila harga terus mengalami penurunan.

2. Diversifikasi Portofolio Crypto 

Salah satu prinsip dasar dalam mengelola risiko adalah tidak menempatkan seluruh dana pada satu aset. Diversifikasi dilakukan dengan membagi dana ke beberapa aset crypto sehingga risiko tidak terkonsentrasi pada satu koin saja.

Investor dapat mempertimbangkan beberapa jenis aset sesuai profil risikonya. Sebagai contoh, sebagian dana dapat ditempatkan pada aset dengan kapitalisasi besar seperti Bitcoin dan Ethereum, sementara porsi lainnya dapat dialokasikan ke aset crypto lain yang telah dipelajari terlebih dahulu. Dengan diversifikasi, penurunan tajam pada satu aset tidak secara otomatis memberikan dampak sebesar itu terhadap keseluruhan portofolio.

3. Mengatur Alokasi Dana Investasi

Sebelum membeli aset crypto, tentukan terlebih dahulu berapa bagian dana yang memang siap dialokasikan untuk investasi berisiko tinggi. Hindari menggunakan dana darurat, biaya kebutuhan sehari-hari, atau uang yang dibutuhkan dalam waktu dekat.

Besaran dana juga perlu disesuaikan dengan toleransi risiko masing-masing. Dengan membatasi porsi investasi crypto, investor dapat mengurangi dampak terhadap kondisi keuangan secara keseluruhan ketika pasar mengalami penurunan.

Strategi trading crypto yang cocok untuk pemula bukan sekadar mencari aset yang diprediksi naik, tetapi membangun kebiasaan trading yang disiplin melalui analisis, manajemen modal, batas risiko, dan evaluasi berkala. Pemula juga perlu menggunakan penyelenggara perdagangan aset kripto yang berizin OJK, serta tidak mudah percaya pada janji keuntungan pasti.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.