8 Daftar Barang Dicuri dari Museum Louvre, Perhiasan Tidak Ternilai
Museum Louvre di Paris, Perancis ditutup sementara setelah menjadi sasaran perampokan pada Minggu (19/10) pagi waktu setempat. Para perampok diduga masuk secara paksa ke dalam museum melalui jendela di Galerie d'Apollon atau Galeri Apollo.
Mereka menggergaji sudut jendela menggunakan gerindra untuk mengakses ruangan yang dituju. Diketahui, empat pelaku berhasil melarikan kalung, tiara, anting, dan bros milik keluarga kekaisaran Perancis dalam waktu kurang dari 7 menit.
Dua di antaranya mengenakan rompi kuning yang menyamar sebagai pekerja museum, sementara dua lainnya mengendarai skuter. Berikut daftar barang dicuri dari Museum Louvre.
Daftar Barang Dicuri dari Museum Louvre
Melansir laman Britannica, Museum Louvre menyimpan benda-benda bersejarah dan paling berharga di Perancis. Perhiasan seperti permata mahkota Perancis pernah dipamerkan di sana.
Begitu juga dengan berlian-berlian bersejarah, seperti Regent, Sancy, dan Hortensia. Tak mengherankan jika kasus perampokan Museum Louvre ini menggemparkan publik dan menambah daftar panjang insiden kriminal yang pernah terjadi di salah satu museum paling terkenal di dunia tersebut.
Kementerian Kebudayaan Perancis mengungkapkan, setidaknya ada 8 barang berharga yang hilang akibat perampokan tersebut. Barang-barang tersebut dikenakan oleh tokoh-tokoh bersejarah yang hidup pada abad ke-18, ke-19, dan awal abad ke-20.
Berikut daftar barang dicuri dari Museum Louvre:
- Tiara dari set perhiasan Ratu Marie-Amélie dan Ratu Hortense
- Kalung dari set perhiasan safir Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense
- Anting, bagian dari sepasang perhiasan safir dari set perhiasan Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense
- Kalung zamrud dari set Marie-Louise
- Sepasang anting zamrud dari set Marie-Louise
- Bros yang dikenal sebagai bros relikui
- Tiara Permaisuri Eugénie
- Simpul korset besar (bros) Permaisuri Eugenie.
Para pencuri juga tampaknya mengincar Mahkota Ratu Eugenie, tapi gagal mencurinya. Barang yang terbuat dari 1.354 berlian dan 56 zamrud tersebut ditemukan di luar museum.
Ada kemungkinan, Mahkota Ratu Eugenie jatuh ketika pencuri melarikan diri.
Sejarah Museum Louvre
Masih mengutip laman Britannica, Museum Louvre pertama kali dibangun pada masa Raja Philippe Augustus di akhir abad ke-12. Mulanya, Louvre berfungsi sebagai benteng pertahanan yang berlokasi di tepi Sungai Seine.
Raja Francois I membongkar benteng lama dan membangun istana baru di lokasi yang sama pada 1546. Francois I dikenal sebagai raja yang mencintai seni dan mulai mengumpulkan berbagai karya dari seluruh Eropa, termasuk karya Leonardo da Vinci.
Pembangunan dilanjutkan oleh Raja Louis XIII dan Louis XIV, hingga akhirnya kompleks ini menjadi pusat kekuasaan dan kebudayaan kerajaan. Louis XIV memindahkan istananya ke Versailles pada 1682, sehingga Louvre tidak lagi menjadi kediaman raja.
Gagasan untuk menjadikan bangunan ini sebagai museum publik baru terwujud pada masa Revolusi Prancis. Pada 1793, pemerintah membuka “Musee Central des Arts” di dalam kompleks Louvre.
Hal ini menandai lahirnya museum publik pertama yang memperlihatkan koleksi seni kerajaan kepada masyarakat umum. Dalam perkembangannya, Louvre mengalami berbagai renovasi besar.
Salah satunya pada masa Napoleon III yang memperluas bangunan menjadi kompleks besar berbentuk tapal kuda. Pada 1989, arsitek I. M. Pei merancang piramida kaca di halaman Cour Napoleon sebagai pintu masuk utama.
Piramida ini menjadi simbol modernisasi Louvre yang tidak meninggalkan kemegahan masa lalunya. Sebagai museum terbesar di dunia, Louvre menyimpan lebih dari 35.000 karya seni yang mencakup peradaban Mesir, Yunani, Romawi, hingga Eropa klasik.
Pencurian koleksi Museum Louvre telah beberapa kali terjadi. Pada 1911, Vincenzo Peruggia mencuri lukiasan Mona Lisa yang legendaris.
Lukisan tersebut baru ditemukan pada 1913 di Florence, Italia.
Itulah ulasan lengkap mengenai daftar barang dicuri dari Museum Louvre beserta sejarahnya.